Senin, 8 Juni 2026

Hari Kartini 2025

3 Teks Kata Sambutan Pembina Upacara Hari Kartini 2025 Singkat dan Inspiratif

Berikut ini 3 teks kata sambutan pembina upacara Hari Kartini 2025 singkat dan inspiratif bisa dijadikan referensi.

Tayang:
Editor: Yuni Astuti
TribunBengkulu.com/Canva/Freepik
HARI KARTINI 2025 - Ilustrasi Hari Kartini 2025 yang dieidt menggunakan Canva/Freepik, Rabu (16/4/2025). Inilah contoh teks kata sambutan upacara Hari Kartini 2025 yang sangat inspiratif. 

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Baca juga: 13 Ide Kegiatan Hari Kartini untuk di Sekolah yang Menarik, Seru dan Tak Membosankan

2. Teks Kata Sambutan Pembina Upacara Hari Kartini 21 April 2025

Assalamualaikum wr. wb.

Shalom, Rahayu, salam sejahtera bagi kita semua.

Yang terhormat Ibu Kepala Sekolah,

Bapak dan Ibu Guru beserta staf sekolah,

juga siswa siswi yang saya kasihi.

Pertama-tama mari kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat-Nya kita dapat berkumpul pada hari yang berbahagia ini dalam upacara bendera Peringatan Hari Kartini.

Sebagaimana kita ketahui, setiap 21 April, bangsa Indonesia memperingati hari Kartini. Ini adalah hari kelahiran seorang pejuang perempuan asal Jepara, Raden Ajeng Kartini.

Beliau dilahirkan pada 21 April 1879, seorang putri bupati Jepara. Kartini dilahirkan di saat gerak perempuan sangat terbatas. Anak-anak perempuan ketika itu, terutama dari kalangan pribumi, tidak bisa mengenyam pendidikan. Saat itu perempuan dipandang sebelah mata, dan tidak bisa bekerja di luar rumah.

Namun, karena Kartini adalah seorang perempuan cerdas dan berani, ia pun berontak dari kondisi itu. Kartini yakin, perempuan memiliki peranan yang tidak bisa dianggap remeh. Asalkan ada kesempatan, perempuan pasti bisa menghasilkan hal-hal luar biasa yang bisa berdampak baik pada negara dan bangsa, bahkan dunia.

Menurut Kartini, perempuan adalah pencetak generasi penerus bangsa, sekaligus orang pertama yang mendidik tunas-tunas bangsa. Perempuan adalah seorang ibu yang akan mendidik anak-anak bangsa. Kata R.A. Kartini waktu itu “Bagaimana mungkin seorang ibu bisa mendidik anak, jika ibu sendiri tidak berpendidikan?".

Berbagai kegelisahan dan pemikiran Kartini tentang peran perempuan serta kedudukan yang masih belum setara itu ia tuangkan dalam surat-suratnya kepada kawan korespondensinya di negeri Belanda. Surat-surat itupun menjadi benih penggerak dan benih pemikiran Kartini yang dirangkum dalam manuskrip Habis Gelap Terbitlah Terang.

Manuskrip itu, hingga kini masih tetap hidup dan lestari. Semangat perjuangan untuk kesetaraan yang tersurat dalam manuskrip itu, menjadi inspirasi bagi banyak perempuan tanah air untuk terus mengembangkan potensi diri agar bisa memberi kontribusi positif terhadap bangsa dan negara.

Perjuangan R.A Kartini untuk perempuan Indonesia, sejatinya, bukan hanya untuk kaum perempuan. Namun, ini adalah perjuangan untuk seluruh bangsa. Karena perempuan bukan sekadar pelengkap bagi kehidupan bermasyarakat. Namun, perempuan dan laki-laki harus berjalan beriringan agar cita-cita kemajuan bangsa dapat tercapai.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved