Berita Rejang Lebong
Rumah Warga Talang Benih di Rejang Lebong Bengkulu Terancam Ambles, Tebing Terus Tergerus
Tebing Terus Tergerus, Satu Rumah Warga Talang Benih Rejang Lebong Berpotensi Amblas.
Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Yunike Karolina
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Hujan dengan intensitas tinggi melanda wilayah Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu sejak sebulan terakhir.
Akibat hujan deras itu, potensi terjadinya bencana alam menjadi meningkat.
Di antaranya seperti dialami Sulaiman alias Mbah Gayot warga Kelurahan Talang Benih Kecamatan Curup Kabupaten Rejang Lebong.
Rumah Mbah Gayot berpotensi terjadi ambles susulan, yang mana sebelumnya bagian belakang rumah atau dapur milik warga ini rusak parah akibat longsor pada 10 Februari 2024.
Atas kejadian itu, korban bahkan mengalami kerugian hingga ratusan juta. Terbarunya, sedikit demi sedikit tanah yang ada di bagian belakang terus tergerus oleh air hujan.
Bahkan saat ini, kondisi sudah sangat mengkhawatirkan karena rawan terjadi ambles susulan.
Pihak BPBD Rejang Lebong telah turun ke lokasi dan meminta keluarga penghuni rumah untuk mengungsi.
"Sekarang kondisi tanahnya sudah turun semakin cepat, ini disebabkan oleh cuaca ekstrem yang kerap terjadi," kata Kasi Kedaruratan BPBD Rejang Lebong Rio Agustian Pakpahan.
Rio menjelaskan memang semenjak kejadian yang pertama, pemilik rumah belum pernah memperbaiki rumahnya yang rusak akibat tanah ambles.
Pemilik rumah takut jika terjadi ambles susulan. Mengingat memang kondisi rumah berada di dekat tebing yang dekat dengan aliran sungai.
"Apalagi semenjak hujan ini, sedikit demi sedikit tanahnya terus tergerus, mana lagi di lokasi sudah ada campuran pasir jadi saat hujan tanahnya turun sangat cepat," lanjut Rio.
BPBD telah mengimbau kepada penghuni rumah untuk mengungsi dahulu. Di tengah cuaca sekarang ini rawan terjadi bencana. Apalagi potensi terjadinya ambles susulan di lokasi tersebut sangat tinggi.
"Sudah kita imbau untuk mengungsi dahulu agar tidak menimbulkan korban jiwa," ungkap Rio.
Untuk diketahui, bencana itu bermula setelah adanya hujan deras yang melanda wilayah Rejang Lebong pada 10 Februari 2024 lalu.
Hujan tersebut menyebabkan arus Sungai Musi menjadi naik. Akibat naiknya arus sungai itu menyebabkan longsor pada bagian belakang rumah Sulaiman alias Mbah Gayot. Kondisi rumah korban memang berada di sekitar kawasan sungai.
Baca juga: Gadis Muda asal Rejang Lebong Dianiaya Tunangan hingga Batal Menikah, Pelaku Ternyata Eks Polisi
| Hingga Juni 2026, ADD dan DD Tahap I di Rejang Lebong Belum Juga Cair |
|
|---|
| Heboh Teror Pocong Bersenjata Tajam di Rejang Lebong, Polisi: Waspadai Penyebaran Hoaks |
|
|---|
| Isu Teror 'Pocong Bersenjata Tajam' Beredar di Rejang Lebong, Polisi Ingatkan Waspada Hoax |
|
|---|
| Ini Jadwal Pencairan Gaji ke-13 ASN dan PPPK Rejang Lebong |
|
|---|
| Banyak Dapur MBG di Rejang Lebong Belum Penuhi Standar IPAL, DLH Minta Segera Diperbaiki |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Kondisi-rumah-21-april.jpg)