Opini
OPINI : Refleksi Hari Pendidikan Nasional, Menakar Arah Pendidikan Hari Ini
Pendidikan merupakan salah satu poros peradaban suatu bangsa. Jika pendidikan baik maka baiklah pula bangsa itu.
Oleh Teo Ramadhan Z
TRIBUNBENGKULU.COM - Pendidikan merupakan salah satu poros peradaban suatu bangsa. Jika pendidikan baik maka baiklah pula bangsa itu.
Beda halnya dengan pemerintahan Indonesia hari ini, bahwasanya tingkat prioritas dalam dunia pendidikan tidak terlalu menjadi skala prioritas dalam program pemerintahan hari ini.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Program Pemerintahan Prabowo-Gibran yang digadang-gadang menjadi solusi dari permasalahan Indonesia hari ini.
Program ini menyasar anak-anak di bangku sekolahan sederajat, mulai dari Sekolah Dasar (SD) sampai dengan Sekolah Menengah Atas (SMA).
Namun Faktanya kebanyakan dari anak sekolah hari ini belum terlalu menginginkan program MBG ini, karena menurut peserta didik yang saya temui di lapangan mereka malah lebih meminta untuk dimudahkan dalam proses menuntut ilmu.
Mulai dari pendidikan yang gratis, fasilitas dan sarana prasana yang mendukung serta berkualitas di sekolah.
Serta kurikulum yang menurut mereka sesuai dengan kebutuhan zaman dan kemauan untuk meningkatkan pemahaman serta kemampuan yang mereka miliki lebih terstruktur dengan baik.
Lantas bagaimana dengan pendidikan hari ini?
Tercatat pada masa tahun ajaran 2025/2026 pendidikan bukan menjadi program prioritas masa pemerintahan Prabowo-Gibran.
Padahal di tahun 2030 Indonesia diprediksi akan mendapatkan Bonus Demografi, yang mana surplus anak muda yang akan melimpah ruah dalam hal pemanfaatan dan pembangunan untuk kemajuan Indonesia.
Namun dengan pendidikan yang sedikit dikecualikan apakah kita siap untuk menuju Indonesi Emas itu?
Pertanyaan itu banyak terlintas di pikiran kita dan menjadi pertanyaan besar terhadap apa rencana serta isu yang tidak mengenakan dari pendidikan hari ini.
Moderenisasi Pendidikan atau kapitalisasi Pendidikan?
| OPINI - Di Balik Ompreng MBG Bengkulu: Ada Petani, Dapur, dan Ekonomi Masyarakat Lokal yang Bergerak |
|
|---|
| Opini: Fenomena Geng Motor di Bengkulu, dari Pergaulan Remaja hingga Ancaman Jalanan |
|
|---|
| Atur Posisi Penumpang, Tapi Abaikan Sistem? Kritik Terhadap Kebijakan Penataan Gerbong KRL |
|
|---|
| Artificial Intelligence dan Kerumunan |
|
|---|
| Sistem Peradilan Pidana Anak dalam Perspektif Keadilan dan HAM: Analisis Politik Hukum Pidana KUHP |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Opini-Presma-Unib.jpg)