Korupsi di DPRD Kepahiang
Korupsi di DPRD Kepahiang Jerat Eks Sekwan dan 2 Bendahara, Kerugian Negara Capai Rp 12 Miliar
Kasus dugaan korupsi di sekretariat DPRD Kepahiang Bengkulu disebutkan menimbulkan kerugian negara (KN) sebesar Rp 12 miliar.
Penulis: Romi Juniandra | Editor: Hendrik Budiman
Kliennya, kata Joni, juga sempat menyinggung bahwa aliran dana ini juga mengalir ke beberapa orang, termasuk pimpinan DPRD saat itu.
Baca juga: Breaking News: Usai Diperiksa 8 Jam, Eks Sekwan & Bendahara DPRD Kepahiang Bengkulu Langsung Ditahan
Joni juga membantah jika kliennya melakukan korupsi dan menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 11,4 miliar, sesuai perhitungan BPK.
Dikatakan Joni, dari Rp 11,4 miliar yang jadi temuan BPK, anggaran yang dicairkan kliennya di sekretariat selaku sekwan hanya Rp 3 miliar. Sisanya merupakan pencairan untuk anggota dewan dan pimpinan.
"Dan dari Rp 3 miliar ini, Rp 1 miliar sudah dikembalikan, dicicil oleh klien kami. Berarti tinggal sisa Rp 2 miliar lagi," ujar dia.
Menurut Joni, hal ini perlu diluruskan, agar masyarakat tidak salah pengertian, seolah seluruh dana ini dinikmati sendiri oleh kliennya.
Jaksa Tetapkan 3 Orang Tersangka
Eks Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kepahiang, Roland Yudhistira beserta dua orang eks bendahara Yusrinaldi dan Didi Rinaldi resmi ditetapkan tersangka oleh penyidik Pidsus Kejari Kepahiang, Rabu (7/5/2025) sore.
Pantauan TribunBengkulu.com, tiga tersangka ini sudah dipanggil ke gedung Kejari Kepahiang sejak pukul 09.00 WIB pagi.
Kemudian, setelah pemeriksaan kurang lebih delapan jam, ketiganya tampak digiring keluar gedung Kejari Bengkulu dengan mengenakan rompi tahanan kejaksaan.
Ketiga tersangka juga tampak menggunakan masker putih dan tanpa berkomentar apapun langsung menuju mobil tahanan yang telah menunggu di depan gedung.
Kasi Intel Kejari Kepahiang Nanda Hardika mengatakan, tiga orang ini secara resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi di Sekretariat DPRD Kepahiang tahun 2021 hingga tahun 2023.
"Selanjutnya, tiga tersangka ini kami tahan untuk 20 hari kedepan, dan kami titipkan di Lapas Rejang Lebong," jelas Nanda.
Untuk tersangka Roland, sebelumnya memang menjabat sekwan selaku Pengguna Anggaran (PA).
Namun, tersangka Roland telah dimutasi Pemkab Kepahiang ketika proses penyidikan kasus ini berlangsung dan kini menjabat sebagai staf ahli bidang kesejahteraan rakyat dan SDM Pemkab Kepahiang.
Untuk diketahui, kasus ini berawal dari Tuntutan Ganti Rugi (TGR) sebesar Rp 11,4 miliar di Sekretariat DPRD Kepahiang pada tahun 2021-2023.
Penyidik sebelumnya menyebutkan sudah mengantongi dua alat bukti dugaan korupsi, sehingga status penyelidikan dinaikkan menjadi penyidikan.
Barang bukti yang didapat ini antara lain perjalanan dinas fiktif, makan minum fiktif, dan honorium fiktif.
Korupsi di DPRD Kepahiang
Berita DPRD Kepahiang
Running News
breaking news bengkulu
Berita Kepahiang
DPRD Kepahiang
| Berkas Eks Sekwan dan Bendahara Sudah Diserahkan ke JPU, Segera Dilimpahkan ke Pengadilan |
|
|---|
| Kasus Korupsi DPRD Kepahiang: Eks Sekwan Roland Yudhistira Diberhentikan Sementara dari ASN |
|
|---|
| Deretan Tas Mewah Disita dari Andrian Defandra, Penyidik Telusuri Keaslian Barang |
|
|---|
| Penampakan Tas Mewah, Sitaan Jaksa dari Tersangka Korupsi DPRD Kepahiang Bengkulu |
|
|---|
| Penyitaan Aset Eks Ketua DPRD Kepahiang Bengkulu Andrian Defandra, Kini Rumah Mertua Juga Digeledah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Para-tersangka-dugaan-kasus-korupsi-DPRD-Kepahiang.jpg)