Jumat, 12 Juni 2026

Dedi Mulyadi

Memanas Advokat Anti Premanisme Minta Hercules Ditindak Usai Tandang Dedi Mulyadi dan Jenderal Gatot

Advokat anti premanisme, Saor Siagian meminta Ketua Umum Ormas GRIB Jaya, Hercules agar ditindak oleh pihak berwajib.

Tayang:
TribunBengkulu.com
ADVOKAT ANTI PREMANISME - Grafis Saor Siagian dan Hercules dari channel YouTube TribunBengkulu.com. Advokat anti premanisme, Saor Siagian meminta Ketua Umum Ormas GRIB Jaya, Hercules agar ditindak oleh pihak berwajib. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Advokat anti premanisme, Saor Siagian meminta Ketua Umum Ormas GRIB Jaya, Hercules agar ditindak oleh pihak berwajib.

Hal itu dikarenakan keberadaan GRIB Jaya dinilai sudah meresahkan warga.

Hal itu disampaikan oleh Saor Siagian dalam rapat dengan Komisi III DPR RI, Rabu (7/5/2025).

Saor juga menyinggung soal pernyataan Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules Rosario de Marshall, yang mengancam Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hingga Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

Saor yang merupakan Advokat Hukum Anti-Premanisme itu juga menyinggung soal adanya dugaan penyegelan perusahaan yang dilakukan oleh GRIB Jaya.

"Hercules dalam salah satu perusahaan karena tidak bisa diberikan kepentingan, kemudian perusahaannya ditutup," kata Saor Siagian.

Ia pun mengatkan bahwa seharusnya ormas tersebut sudah ditindak oleh pihak yang berwajib.

"Menurut kami ini mestinya sudah harus ditindak. Adakan sampai detik ini, jangankan dibekukan, diperingatkan pun tidak," katanya.

Saor juga menyinggung soal tindakan Hercules lainnya kepada seorang warga negara Indonesia (WNI).

"Ada satu hari dia eksekusi barang, di situ ada Brimob, ada seorang WNI disidang dan dibilang 'saya sudah lama tidak makan orang', diam brimob itu," kata Saor lagi.

Tak hanya itu, Saor juga menyinggung ancaman Hercules kepada Dedi Mulyadi.

"Saya masih ingat beberapa waktu lalu, Hercules mengatakan saya akan kerahkan 50 ribu orang Jabar," katanya.

"Karena dia menyebutkan nama ormas, dia diancam, Dedi datang ke tempat saya. Yang saya miris pimpinan, polisi tidak akan mampu membubuarkan kami," tambahnya.

Belum lagi, kata Saor, soal pembakaran mobil polisi di Depok, Jawa Barat.

"Kalau itu saja tidak ada lagi tindakan, sudah layak dibekukan, tapi apakah sudah dibekukan?," tanya dia lagi.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved