Senin, 8 Juni 2026

Viral di Media Sosial

Pantas Pengantin Pria di Palembang Dibacok Saat Akad Nikah, 2019 Silam Dirinya Pernah Menusuk Pelaku

Pantas pengantin pria di Palembang dibacok saat akad nikah, rupanya 2019 silam dirinya pernah menusuk pelaku. 

Tayang:
Editor: Rita Lismini
TribunSumsel
PENGANTIN PRIA DIBACOK - Kolase foto pengantin pria dibacok saat akad nikah, rupanya 2019 silam dirinya pernah menusuk pelaku, Senin (12/05/2025). 

TRIBUNBENGKULU.COM - Pantas pengantin pria di Palembang dibacok saat akad nikah, rupanya 2019 silam dirinya pernah menusuk pelaku. 

Nasib tragis dialami seorang pengantin pria di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), bernama Ahmad Handa (30) menjadi korban pembacokan dan ditembak pria yang dendam kepadanya. 

Peristiwa ini terjadi saat dia hendak melangsungkan akad nikah.

Pelaku sudah menyimpan dendam kepada Ahmad selama enam tahun sejak 2019. 

Pelaku dendam dan menganggap korban sebagai cepu alias orang yang melaporkan pelaku tersebut ke polisi. 

Akibat masalah lama tersebut, Ahmad pernah ribut bahkan mengakui pernah menusuk salah satu pelaku karena diteriaki maling. 

Saat dijumpai di IGD RSUD Palembang Bari, Ahmad menceritakan diduga ada lima orang yang sudah mencelakainya. 

"Ada lima dia itu kak, tiga pakai sangkur (parang) dan satu pakai pistol. Yang pakai pistol nahan mobil, yang kejar-kejar saya tiga orang, " kata Ahmad yang mengalami luka bacok di tangan dan kaki, Minggu (11/5/2025). 

Salah satu pelaku ia kenal berinisial JN alias Ian yang memegang pistol.

Saat turun dari mobil, ia langsung dihampiri para pelaku dan dikejar-kejar oleh tiga orang. Ahmad kabur untuk menyelamatkan diri.

Ia masuk ke salah satu rumah warga dengan kondisi berdarah-darah.

"Pas saya dikejar-kejar dan kena bacok, masuk ke rumah warga untuk selamatkan diri. Awalnya sempat dikira saya dikejar polisi karena ada suara tembak-tembakan, setelah saya masuk pelaku berhenti mengejar lalu saya dibawa ke rumah sakit," jelas dia.

Salah satu pelaku, kata Ahmad diduga memiliki dendam dengannya lantaran pelaku merasa dicepui oleh korban.

"Dia itu nuduh saya cepu kak, saya tidak merasa. Jadi pernah ribut kami di atas jembatan Kertapati aku diteriakinya maling, terus saya lari dia lari. Terus saya tunggu lagi dia sendirian kutujah dulu tahun 2019, nah ini baru kejadian dia balas sekarang," tuturnya.

Menurut korban karena itulah, pelaku yang merasa dendam akhirnya melakukan pengeroyokan dan pembacokan terhadapnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved