Minggu, 7 Juni 2026

Efisiensi Anggaran di Bengkulu

Program Bedah Rumah di Mukomuko Bengkulu Ditunda karena Terdampak Efisiensi Anggaran

Program bedah rumah untuk 40 rumah di Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu terdampak efisiensi anggaran.

Tayang:
Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: Yunike Karolina
Panji Destama/TribunBengkulu.com
BEDAH RUMAH - Kepala Dinas Perkim Kabupaten Mukomuko Suryanto saat diwawancara, Rabu (13/3/2024). Program bedah rumah untuk 40 rumah di Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu terpaksa ditunda, lantaran terdampak efisiensi anggaran. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, MUKOMUKO - Program bedah rumah untuk 40 rumah di Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu terdampak efisiensi anggaran.

Pemkab Mukomuko melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) telah mengajukan program bedah rumah ke pemerintah pusat.

Program bedah rumah telah diakomodir oleh pemerintah pusat, dengan 40 rumah yang akan mendapatkan program bedah rumah.

Direncanakan program tersebut akan dijalankan diawal tahun 2025, namun dengan adanya efisiensi anggaran, program bedah rumah tersebut ditunda.

Kepala Dinas Perkim Kabupaten Mukomuko Suryanto mengatakan, 40 rumah yang mendapatkan bedah rumah ini, di antaranya 30 rumah milik warga miskin di Kecamatan Selagan Raya dan 10 rumah milik warga miskin di Kecamatan Lubuk Pinang. 

“Sebelumnya kita sudah mengupayakan untuk program bedah rumah, ada 40 rumah yang dapat direncanakan tahun 2025 ini dikerjakan, tapi adanya efisiensi anggaran jadi ditunda,” ungkap Suryanto, Selasa (13/5/2025).

Suryanto menjelaskan, untuk satu unit rumah mendapatkan Rp 20 juta dari program bedah rumah.

Jika ditotalkan pihaknya mendapatkan anggaran sebesar Rp 800 juta untuk bedah rumah.

Lantaran efisiensi anggaran, dana sebesar Rp 800 juta tersebut belum bergerak sejak Januari 2025 hingga saat ini, dikarenakan anggaran pendukung program bedah rumah tidak ada.

"Kalau dana program bedah rumah sudah ada dari pemerintah pusat, tapi dana untuk mendukung kegiatan dari nol sampai tuntasnya kegiatan tidak ada sama sekali,” tutur Suryanto.

“Hal ini yang menjadi masalah kami sekarang. Padahal selama kegiatan itu berjalan, harus mendapatkan pendampingan dari petugas," sambung Suryanto.

Suryanto juga menjelaskan, program bedah rumah harus tuntas di tahun 2025. Meskipun tidak mendapatkan dukungan anggaran, namun pihaknya akan tetap berusaha menjalankan kegiatan tersebut. 

Menurutnya dengan anggaran sebesar itu dapat meringankan beban warga yang membutuhkan untuk membangun rumah.

Selain itu, untuk 40 rumah yang mendapatkan bantuan bedah rumah ini akan mendapatkan material bangunan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved