Kamis, 4 Juni 2026

Perampokan Sadis Satu Keluarga di Serang

Kabar Terbaru Wadison, Selamat dari Perampokan Sadis di Serang, Tapi Histeris Lihat Jasad Istrinya

Kabar terbaru Wadison Pasaribu (37) korban perampokan sadis di rumahnya sendiri di perumahan Puri Angrek, Kecamatan Walantaka, Kota Serang.

Tayang:
Editor: Rita Lismini
Istimewa
PERAMPOKAN SADIS - Tangkapan layar Wadison dan keluarganya yang menangis histeris di samping jasad Petry Sihombing, korban perampokan sadis yang terjadi di rumahnya sendiri di perumahan Puri Angrek, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, pada Minggu, (1/6/2025) 

TRIBUNBENGKULU.COM - Kabar terbaru Wadison Pasaribu (37) korban perampokan sadis di rumahnya sendiri di perumahan Puri Angrek, Kecamatan Walantaka, Kota Serang.

Wadison Pasaribu yang sempat kritis dilarikan ke rumah sakit kini kian membaik.

Namun, tidak dengan istrinya yang ditemukan tewas dalam keadaan tengkurap dengan tangan diikat.

Wadison yang baru keluar dari rumah sakit hanya bisa menangis saat duduk di samping jasad istrinya yang sudah terbujur kaku di rumah duka.

Pria tersebut tampak mengenakan baju kemeja hitam dan kain sarung menangis sambil memeluk sebuah baju diduga milik istrinya.

Kemudian, ia memeluk putri kecilnya sambil bergumam di depan jasad istrinya.

Sementara, kedua anaknya, laki-laki dan perempuan yang masih berusia 10 tahun dan 7 tahun berusaha tegar.

Keduanya memberikan penghormatan terakhir untuk sang ibu lewat lagu 'Cinta Untuk Mama'.

Di tengah lautan kesedihan para kerabatnya, kedua anak itu dengan penuh cinta kasih menyanyikan lagu terakhir untuk ibunya.

Motif

Sempat beredar kabar bahwa motif pembunuhan Petry bukanlah perampokan biasa melainkan berkaitan dengan perkara transaksi tanah. 

Sebab, warga bernama Ishak Nurdin mengatakan tidak ada yang hilang cuma berkas di rumah korban tampak berserakan.

"Di sini enggak kehilangan apa-apa, cuma berkas aja acak-acakan," ungkapnya kepada wartawan, Minggu, masih dari TribunBanten.com.

Nurdin pun menduga, kasus tersebut bukan perampokan biasa.

Apalagi, korban baru selesai transaksi tanah yang ditandatangani oleh Petry Sihombing.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved