Perampokan Sadis Satu Keluarga di Serang
Kabar Terbaru Wadison, Selamat dari Perampokan Sadis di Serang, Tapi Histeris Lihat Jasad Istrinya
Kabar terbaru Wadison Pasaribu (37) korban perampokan sadis di rumahnya sendiri di perumahan Puri Angrek, Kecamatan Walantaka, Kota Serang.
Sebelum peristiwa itu terjadi, kata Jansen, dirinya tidak mendengar keributan atau sesuatu yang mencurigakan.
"Tidak ada yang mencurigakan, saya tahunya ketika ada anaknya itu teriak minta tolong," pungkasnya.
Dikenal Baik dan Ramah
Diketahui, korban Wadison bekerja di sebuah Koperasi Simpan Pinjam atau sering disebut bank Keliling di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Sedangkan Petry Sihombing, istri korban hanya sebagai ibu rumah tangga yang menghuni rumah di Puri Anggrek Serang Blok G 10 Nomor 11.
Nurdin mengatakan, korban dikenal sosok yang baik.
Ia juga mengungkapkan sosok pasutri tersebut dikenal baik dan akur dengan tetangga lain.
Ia tak menduga bahwa nasib nahas akan menimpa keluarga tersebut.
"Selama ini korban akur akur aja dengan tetangga, sosoknya baik," ungkap Nurdin.
Hal yang sama diungkap oleh tetangga korban, Jansen Pasaribu menuturkan, almarhumah dikenal di lingkungannya sebagai sosok yang supel dan mudah bergaul dengan tetangga.
Menururt Jansen, pasangan suami istri Wadison Pasaribu dan Petry Sihombing sudah 8 tahun lebih tinggal di perumahan Puri Anggrek, Kota Serang.
"Selama hidupnya almarhumah ini pandai bergaul, sama ibu-ibu di komplek perumahan juga sering berbincang-bincang, tidak pernah ada masalah," kata Jansen kepada TribunBanten.com, Minggu, (1/6/2025).
Kemudian, kata Jansen, dalam kegiatan di masyarakat juga almarhumah selalu aktif ikut terlibat.
"Ya biasanya sama ibu-ibu di sini aktif berkegiatan, tidak menutup diri," ujarnya.
Sementara sang suami Wadison Pasaribu, kata Jansen, dikenal sebagai sosok yang baik dan ramah kepada tetangganya.
Kendati demikian, kata Jansen, sang suami jarang ada di rumahnya lantaran bekerja sebagai pegawai bank keliling di wilayah Malingping, Lebak, Banten.
"Memang suaminya ini jarang ada di rumah, paling kalau pulang itu seminggu atau dua minggu sekali," tuturnya.
Jansen menuturkan, kondisi keluarga pasangan Wadison Pasaribu dan Petry Sihombing sebelum terjadinya peristiwa pembunuhan tersebut tidak ada keributan apapun.
Bahkan, kata Jansen, sehari-harinya terlihat rukun tidak pernah ada keributan atau masalah dengan lingkungan sekitar.
"Itu tidak ada masalah apapun, ya keluarganya rukun, baik-baik saja," ucapnya.
Atas peristiwa ini, kata Jansen, dirinya mengaku kaget lantaran terjadi secara tiba-tiba.
"Kami sebagai tetangga kaget, karena kesehariannya kan baik-baik saja tidak ada masalah apapun," pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com
Kabar Terbaru Wadison
Perampokan Sadis di Serang Banten
Perampokan Maut di Serang
Perampokan Sadis Satu Keluarga di Serang
Serang Banten
| AKHIRNYA Rani Muncul ke Publik, Penyebab Suami Bunuh Istri di Serang: Ngebet ingin dinikahi |
|
|---|
| Rani Selingkuhan Pemicu Suami Bunuh Istri di Serang, Pengakuan Tetangga: Masih petantang-petenteng |
|
|---|
| Nasib Anak-Anak Wadison, Ibu Tewas Dibunuh Ayah Demi Nikahi Selingkuhan: Aku gak mau ketemu bapak |
|
|---|
| Blak-blakan Suami Bunuh Istri di Serang, Kebelet Nikahi R Sang Selingkuhan, 2 Tahun Jalani Hubungan |
|
|---|
| Sosok Selingkuhan yang Bikin Wadison Nekat Bunuh Istri, Motif: Emosi dilarang nikah lagi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Detik-Detik-Anak-Wadison-Nangis-Lihat-Jasad-Ibunya-Korban-Perampokan-Sadis-di-Serang-Teriak-Mama.jpg)