Minggu, 7 Juni 2026

Opini

Menanti Kabinet Helmi-Mian

Duet Helmi – Mian akan segera membentuk kabinet baru di jajaran Pemprov Mulai eselon II, III, hingga eselon IV

Tayang:
Editor: Hendrik Budiman
HO TribunBengkulu.com/Media Center
KEPALA DAERAH - Foto Helmi Hasan-Mian Gubernur dan Wagub Bengkulu dilantik Prabowo, Kamis (20/2/2025). Duet Helmi – Mian akan segera membentuk kabinet baru di jajaran Pemprov Mulai eselon II, III, hingga eselon IV diperkirakan bakal banyak terjadi pergeseran hal yang lumrah terjadi pasca Pilkada.  

Saya ingat betul pengalaman ketika Bengkulu menjadi tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2014, banyak sekali peluang untuk menarik dana APBN. 

Presiden SBY telah memberi lampu hijau berbagai program pembangunan untuk Bengkulu. 

Tapi sayang, setelah HPN berlalu, minim sekali upaya dari kabinet UJH ketika itu, untuk menjemput dana-dana pusat tersebut.

“Kalau saya sudah mendapat sinyal dari Presiden, pagi besoknya itu saya sudah tongkrongi pintu ruang kerja menteri,” celetuk Ridwan Mukti saat ngobrol ringan bersama wartawan menjelang PIlgub Bengkulu 2015. 

Kembali pada kabinet Helmi – Mian tadi, menarik untuk ditunggu siapa saja pejabat-pejabat yang akan masuk jajaran kabinet. 

Tidak cukup mencari pejabat yang pintar saja, tapi juga harus benar pintar tapi kalo tidak benar, berbahaya. 

Apa yang terjadi di sidang Pengadilan TIpikor Bengkulu memberi pelajaran berharga bagi birokrasi kita. Kalau Bengkulu mau maju, stop setor menyetor. 

Sebagai kontribusi pemikiran, saya mencatat setidaknya kabinet Helmi – Mian harus diisi orang-orang yang memiliki kriteria sebagai berikut. 

Pertama, mampu, adaptif dan komunikatif. 

Kepala OPD harus punya kemampuan untuk merealisasikan capaian visi dan misi dan program Gubernur. 

Ciri orang mampu adalah dia tahu apa yang harus dikerjakan. Selain itu, juga harus bisa beradaptasi dengan gaya dan substansi kepemimpinan Gubernur Helmi Hasan

Jangan sampai dipanggil rapat oleh gubernur, tidak bawa buku dan pulpen. 

Bagaimana dia bisa mencatat arahan-arahan pimpinan. 

Kepala OPD juga harus bisa diajak dan mengajak berkomunikasi. Bukan zamannya lagi seorang pejabat sulit dihubungi. 

Ditelepon jarang diangkat. Dikirim pesan WA, sudah tiga hari baru direspon. Waduh...bakal ketinggalan kalo seperti ini.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved