Kamis, 21 Mei 2026

Joko Widodo

Mengapa Pasar Pramuka Digusur dan Kebakaran?  Beathor Suryadi PDIP Bongkar Jejak Ijazah Jokowi

Pasar Pramuka Pojok ramai disorot usai disebut terkait ijazah Jokowi. Dulu digusur, kini hangus terbakar—apa sebenarnya yang terjadi?

Tayang:
Ilustrasi AI/Ist
PASAR PRAMUKA - Kolase ilustrasi Universitas Pasar Pramuka (kiri) dan kebakaran (kanan). Pasar Pramuka Pojok ramai disorot usai disebut terkait ijazah Jokowi. Dulu digusur, kini hangus terbakar—apa sebenarnya yang terjadi? 

Tapi nama sebenarnya adalah Pasar Pramuka Jati.

Jarkasyi Royani (62), warga setempat yang pernah berbisnis jasa pengetikan dan tahu persis perkembangan pasar itu, menceritakan hal tersebut kepada Wartakotalive.com di rumahnya, Minggu (22/11).

"Dulu di tahun 1980an sampai pertengahan 1990an, pasar itu dikenal sebagai Pasar Skripsi. Semua anak kuliah kalau mau mengetik skripsi, maka akan datang ke Pasar Pramuka Pojok itu. Sebab jasa pengetik mesin tik handal ada disana," kata Jarkasyi, dilansir TribunBengkulu.com.

Jarkasyi mengaku dulu punya usaha percetakan sekaligus jasa pengetikan.

Letaknya dekat dengan Pasar Pramuka Pojok.

Bahkan Dia mendirikan usaha itu lantaran tergiur manisnya bisnis tersebut di tahun-tahun itu.

"Tahun 1980an itu masa emas usaha jasa pengetikan. Sampai pertengahan tahun 1990an masih okelah," kata Jarkasyi.

Tapi, kata Jarkasyi, saat melewati pertengahan tahun 1990an, bisnis jasa pengetikan dan percetakan melewati masa sulit.

Krisis moneter menghadang di tahun 1998.

"Bisnis percetakan saya habis tahun-tahun itu," ujar Jarkasyi.

Tambah parah, ucapnya, omzet usaha jasa pengetikannya pun merosot jauh.

Sedikit sekali yang datang mengetik. Dan para pemilik kios jasa ketik pun seluruhnya merasakan penurunan omzet drastis selepas tahun 1998.

Jarkasyi menduga itu terjadi lantaran sudah mulai masuk era komputer.

Tak ada lagi orang yang butuh mengetik dengan rangkap 9 atau 10 yang sulit dan hanya bisa dilakukan oleh orang yang terampil.

Di masa di atas tahun 1998, orang hanya perlu mengetik dengan mudah di komputer, lalu mencetaknya berulang-ulang dengan printer.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved