Kamis, 21 Mei 2026

Joko Widodo

Mengapa Pasar Pramuka Digusur dan Kebakaran?  Beathor Suryadi PDIP Bongkar Jejak Ijazah Jokowi

Pasar Pramuka Pojok ramai disorot usai disebut terkait ijazah Jokowi. Dulu digusur, kini hangus terbakar—apa sebenarnya yang terjadi?

Tayang:
Ilustrasi AI/Ist
PASAR PRAMUKA - Kolase ilustrasi Universitas Pasar Pramuka (kiri) dan kebakaran (kanan). Pasar Pramuka Pojok ramai disorot usai disebut terkait ijazah Jokowi. Dulu digusur, kini hangus terbakar—apa sebenarnya yang terjadi? 

"Kalau di era 1980an, mengetik itu keterampilan yang dibayar mahal. Sebab seorang pengetik mampu mengetik di kertas yang dirangkap 10. Itu sulit dilakukan, makanya Pasar Skripsi (Pasar Pramuka Pojok) hidup di tahun itu," kata Jarkasyi.

Sejak itulah, ucap Jarkasyi, pemilik kios mulai menerima order membuat ijazah palsu, KTP palsu, dan sebagainya.

Sampai akhirnya menjadi sarang pemalsu di Jakarta.

Jarkasyi mengatakan, sebenarnya sejak masa-masa pemilik kios belum menerima order pemalsuan, sudah banyak terjadi ada pengunjung datang dan meminta mengetik yang ternyata isinya bohong.

Atau mencetak sesuatu yang ternyata isinya selebaran penipuan.

"Dulu pernah ada kasus sebuah selebaran yang mencatut nama Menkopolhukkam soalnya, itu kejadiannya sebelum tahun 1995," kata Jarkasyi.

Penipu itu mencetak di tempat percetakan Jarkasyi, tetapi mengetik dan membuatnya di lokasi Pasar Pramuka Pojok.

"Disidang semua lagi itu saya, dan beberapa pengetik di pasar," kata Jarkasyi.

Pasar Pramuka Pojok Kebakaran

Kemudian, pada tahun 2024 Kompas TV memberitakan satu orang tewas akibat kebakaran yang menghanguskan 50 kios di kawasan Bekas Pasar Pojok Pramuka, di Salemba, Jakarta Pusat pada 2 Desember 2024.

Informasi terhimpun TribunBengkulu.com, api diduga berasal dari korsleting.

Banyaknya material yang mudah terbakar membuat api dengan cepat meluas.

Api dapat dipadamkan satu jam kemudian setelah 10 unit mobil pemadam kebakaran terjun ke lokasi.

Akibat kebakaran, satu orang meninggal dunia. Korban tewas akibat kebakaran diketahui bernama Aubrey, berusia 52 tahun.

Saat kebakaran terjadi, korban sempat mengabarkan kepada kakaknya.

Namun saat keluarga korban mendatangi lokasi kejadian, api sudah membesar. Korban tewas setelah terjebak dalam mushala.

Korban diketahui menderita sakit stroke sehingga dalam kesehariannya korban menetap di mushala.

Jasad korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Kini, keberadaan Pasar Pramuka Pojok tinggal sejarah.

Kawasan yang dulu dipenuhi deretan kios pengetikan dan percetakan itu telah lama direlokasi dan akhirnya luluh lantak dalam kebakaran besar pada akhir 2024. 

Meski begitu, jejak kontroversialnya sebagai "pabrik dokumen palsu" masih membekas kuat di benak publik, terutama ketika nama tempat itu kembali disebut dalam pusaran polemik seputar keaslian ijazah mantan Presiden Jokowi.

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved