Kamis, 4 Juni 2026

Berita Viral

Dokter Tifa Prihatin Bongkar Kondisi Kesehatan Jokowi: Kondisi Serius dan Tak Main-main

Menurut dokter Tifa  jalan Jokowi yang tertatih-tatih makin menguatkan analisasnya soal sakit yang diderita Jokowi.

Tayang:
Editor: Hendrik Budiman
Tribun Bogor/net
KESEHATAN JOKOWI- Dokter Tifa makin prihatin dengan kesehatan Jokowi. Terbaru Dokter Tifa menyoroti video Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang berjalan tertatih-tatih di media sosial X setelah sebelumnya dikabarkan sakit kulit. 

"Pada pasien autoimun yang bersifat progresif—seperti lupus eritematosus sistemik, multiple sclerosis, atau polimiositis—kerusakan jaringan otot dan saraf dapat menyebabkan kelemahan ekstremitas bawah, tremor, dan gangguan proprioseptif," ujar Tifa.

Jika sistem imun ini justru menyerang tubuh sendiri secara agresif, kata dia, maka pergerakan menjadi lambat, tidak simetris.

"Dan rentan terhadap kelelahan berat setelah indivitas ringan," kata Tifa.

Menurutnya, gelaja ini patut menjadi perhatian.

Gejala ini patut menjadi perhatian bukan hanya dari sisi medis. 

"Jalan tertatih Jokowi bisa jadi bukan sekadar lelah usia, namun isyarat sistem imun yang tengah mengguncang tubuhnya dari dalam.

"Dan saya sampaikan ini untuk mengingatkan. Jangan  remehkan kondisi. Keluarga, Dokter Pribadi, Termul-Termul, Buzzer-Buzzer harus tahu, ini kondisi serius, tidak main-main," kata TIfa.

“Gerak tubuh tak pernah bohong, tubuh membawa pesan biologis yang lebih jujur daripada kata-kata di depan pintu pagar rumah," ungkapnya.

Bantah Hoax Jokowi Kritis

Sebelumnya, sempat beredar sebuah video di media sosial yang menampilkan kerumunan warga dengan narasi bahwa Mantan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) tengah dalam kondisi kritis dan dirawat di rumah sakit. 

Namun kabar tersebut dibantah langsung oleh ajudan Jokowi, Kompol Syarif Fitriansyah.

“Tidak, beliau sedang tidak dirawat di Rumah Sakit,” kata Syarif saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu (28/6/2025) dikutip dari Kompas.com.

Syarif menegaskan bahwa informasi yang tersebar melalui video tersebut merupakan hoaks yang tidak berdasar dan dapat menimbulkan keresahan publik. 

“Hoax itu, mari kita bersama-sama lebih bijak dalam menerima dan membagikan informasi,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak langsung mempercayai video atau narasi yang belum terverifikasi secara resmi.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved