Kamis, 30 April 2026

Geng Motor Serang RS Tentara

Reaksi Korem 041/Gamas Bengkulu soal Serangan Brutal Geng Motor di RS Tentara

Korem 041 Garuda Emas Bengkulu Respons Kasus Penyerangan oleh Geng Motor di RS DKT

Tayang:
Penulis: Beta Misutra | Editor: Hendrik Budiman
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
GANGSTER - Kepala Penerangan Korem 041 Gamas, Mayor Inf Akhirudin saat diwawancarai Senin (21/7/2025). Akhirudin mengungkapkan bahwa pihak Korem mendukung penuh langkah cepat yang diambil oleh Polresta Bengkulu dalam menangani kasus. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Terkait dengan insiden penyerangan yang terjadi pada Minggu (20/7/2025) dini hari di kawasan Rumah Sakit Detasemen Kesehatan Tentara (RS DKT) Kota Bengkulu, pihak Korem 041 Garuda Emas (Gamas) Bengkulu ikut memberikan tanggapan.

Kepala Penerangan Korem 041 Gamas, Mayor Inf Akhirudin mengungkapkan bahwa pihak Korem mendukung penuh langkah cepat yang diambil oleh Polresta Bengkulu dalam menangani kasus tersebut.

Akhirudin menekankan bahwa Korem mengapresiasi upaya kepolisian dalam merespons insiden penyerangan Minggu dini hari. 

Baca juga: Breaking News: 13 Anggota Geng Motor Penyerang RS Tentara Bengkulu Diringkus, 7 Orang Masih Pelajar

Dalam pernyataannya, ia mengungkapkan bahwa pihak Korem menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan dan penindakan kepada Polresta Bengkulu. 

Korem juga berkomitmen untuk terus memberikan dukungan moral dan operasional untuk kelancaran proses hukum yang sedang berlangsung.

"Kami sangat mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Korem menyerahkan sepenuhnya kepada Polresta Bengkulu untuk menangani kasus ini sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku," ungkap Akhirudin, Senin (21/7/2025).

Meskipun saat ini pihak Korem belum melakukan peningkatan pengamanan di sekitar lokasi kejadian, Mayor Akhirudin mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi ancaman dari kelompok-kelompok yang terorganisir, seperti geng motor. 

Ia menegaskan bahwa Korem terus memantau situasi di lapangan untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah Bengkulu, khususnya di sekitar fasilitas militer dan kesehatan.

"Untuk sementra terkait kejadian ini untuk sementara belum ada peningkatan pengamanan yang dilakukan," kata Akhirudin.

Atas kasus penyerangan yang terjadi pada Minggu (20/7/2025) dini hari, di kawasan Rumah Sakit DKT Kota Bengkulu, mengakibatkan seorang petugas parkir bernama Indra menjadi korban dalam serangan brutal yang melibatkan 13 pelaku yang diduga anggota geng motor. 

Kondisi korban yang terluka cukup parah memaksanya untuk mendapatkan perawatan di RS DKT sebelum melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. 

Meskipun polisi telah menangkap seluruh pelaku, motif dari penyerangan tersebut masih dalam penyelidikan polisi.

Polresta Bengkulu terus melakukan pemeriksaan terhadap ke-13 pelaku yang telah ditangkap. 

Mereka diperiksa lebih lanjut untuk mengetahui lebih banyak tentang kelompok geng motor ini dan kemungkinan adanya tindak kekerasan lainnya yang dilakukan oleh mereka.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved