Geng Motor Serang RS Tentara
Teror Geng Motor di Bengkulu! Polresta Gerak Cepat Sidak 17 Sekolah
polisi menyasar 17 sekolah dalam sidak besar-besaran demi mencegah pelajar ikut terlibat dalam aksi kejahatan jalanan.
Penulis: Beta Misutra | Editor: Hendrik Budiman
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Teror geng motor yang sempat menggegerkan Kota Bengkulu langsung direspons cepat Polresta Bengkulu.
Tak tanggung-tanggung, polisi menyasar 17 sekolah dalam sidak besar-besaran demi mencegah pelajar ikut terlibat dalam aksi kejahatan jalanan.
Hal itu tindaklanjut usai menangkap geng motor melibatkan pelajar dalam aksi penyerangan terhadap juru parkir di Rumah Sakit DKT Bengkulu.
Setidaknya, Polresta langsung mengambil langkah pencegahan dengan menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke 17 sekolah di Kota Bengkulu.
Sidak ini bertujuan untuk mengingatkan para pelajar agar menjauhi tindakan kriminalitas, terutama yang melibatkan geng motor.
Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Sudarno menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk mengurangi aksi geng motor, terutama yang melibatkan kalangan pelajar.
"Hari ini ada 17 sekolah yang kita datangi, dan ini nanti akan kita laksanakan secara rutin," ungkap Sudarno usai menjadi Inspektur Upacara di SMKN 1 Bengkulu, Senin (28/7/2025).
Baca juga: Kondisi Jukir yang Jadi Korban Geng Motor di Rumah Sakit Tentara Bengkulu, Alami 24 Jahitan
Sidak yang dilakukan oleh Polresta Bengkulu menyasar 17 sekolah di Kota Bengkulu, baik di tingkat SMP, SMA, maupun SMK.
Di setiap sekolah, Kapolresta bersama jajaran melakukan upacara bendera sebagai inspektur upacara untuk menyampaikan pesan langsung kepada siswa.
Setiap sekolah yang dikunjungi mendapat pesan yang sama, yaitu untuk menghindari keterlibatan dalam geng motor dan mengutamakan perilaku positif di lingkungan sekolah.
Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol Sudarno, menegaskan bahwa aksi geng motor yang melibatkan pelajar sangat meresahkan masyarakat dan bisa berdampak buruk bagi perkembangan generasi muda.
Oleh karena itu, Polresta Bengkulu mengambil langkah untuk memberikan pembinaan langsung kepada siswa.
"Kita ingin para pelajar memahami bahwa menjadi anggota geng motor tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga bisa mencoreng nama baik sekolah dan keluarga," kata Sudarno.
Baca juga: Terkuak Penyerangan Brutal Geng Motor ke Jukir di RS Tentara Bengkulu, Dipicu Grup WhatsApp
Polresta Bengkulu berencana untuk melanjutkan kegiatan ini secara rutin. Melalui program ini, diharapkan dapat tercipta kesadaran kolektif di kalangan siswa untuk menjauhi perilaku negatif dan berkontribusi positif di lingkungan sekolah.
| Kejari Bengkulu Tahan Anggota Geng Motor yang Serang Jukir di RS Tentara, 5 Dititip ke Lapas Anak |
|
|---|
| Polresta Bengkulu Sidak 17 Sekolah Usai Aksi Brutal Geng Motor, Ingatkan Pelajar Hindari Kejahatan |
|
|---|
| Kondisi Jukir yang Jadi Korban Geng Motor di Rumah Sakit Tentara Bengkulu, Alami 24 Jahitan |
|
|---|
| Terkuak Penyerangan Brutal Geng Motor ke Jukir di RS Tentara Bengkulu, Dipicu Grup WhatsApp |
|
|---|
| Pengakuan Geng Motor yang Serang Jukir RS Tentara Bengkulu, Berawal dari Grup WhatsApp |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Kapolresta-di-SMKN-1-Bengkulu.jpg)