Senin, 27 April 2026

Geng Motor Serang RS Tentara

Pengakuan Geng Motor yang Serang Jukir RS Tentara Bengkulu, Berawal dari Grup WhatsApp

Penyerangan geng motor di RS DKT Bengkulu dipicu obrolan di grup WhatsApp, korban justru salah sasaran.

Penulis: Beta Misutra | Editor: Ricky Jenihansen
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
GENG MOTOR - Pers Rilis Polresta Bengkulu Selasa (22/7/2025). Pengakuan tersangka, penyerangan oleh kelompok geng motor di Rumah Sakit Detasemen Kesehatan Tentara (RS DKT) Bengkulu, ternyata bermula dari grub WhatsApp. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Penyerangan brutal di depan Rumah Sakit Detasemen Kesehatan Tentara (RS DKT) Bengkulu oleh sekelompok geng motor ternyata bermula dari percakapan di grup WhatsApp. 

Saling balas dendam antar geng jadi pemicu, namun aksi itu justru berujung salah sasaran dan menjerat sembilan tersangka, lima di antaranya anak di bawah umur.

Dari pengakuan anggota geng motor yang dinterogasi pihak kepolisian, penyerangan bermula saat mereka yang tergabung dalam grub WhatsApp berkomunikasi untuk melakukan penyerangan terhadap anggota geng motor lainnya.

Bukan hanya 1 geng motor, namun ada 4 geng motor yang melakukan penyerangan pada Minggu (20/7/2025) dini hari.

Keempat geng motor yang terlibat yaitu Warbag, KSL, Sobat Lekta, dan PSM yang berkumpul melalui chat di pesan grub WhatsApp.

"Awalnya kami berkomunikasi itu lewat grub WhatApp. Saya sendiri cuman ikut jadi joki saja," ungkap salah satu tersangka.

Keempat geng tersebut berkomunikasi melalui grub WhatsApp kemudian berkumpul untuk melakukan penyerangan terhadap geng yang ada di kawasan Timur Indah.

Setelah berkumpul dan melewati kawasan Jalan Z Arifin mereka mencurigai ada beberapa orang-orang yang mereka duga adalah anggota geng Timur Indah.

Tepat di depan RS DKT mereka melakukan pengejaran, dan orang-orang yang dicurigai tersebut berlari ke arah rumah sakit DKT.

Melihat orang-orang berlari ke arahnya korban atas nama Indra yang merupakan juru parkir di TKP ikut berlari karena ketakutan.

Akan tetapi karena korban terjatuh, sehingga dirinya yang disangka merupakan anggota geng Timur Indah menjadi korban pengeroyokan oleh para tersangka.

Atas kejadian tersebut Polresta Bengkulu sudah menetapkan 9 orang sebagai tersangka dalam kasus penyerangan geng motor di RS DKT Bengkulu, yang ternyata salah sasaran. 

Awalnya dalam peristiwa tersebut, Polresta Bengkulu mengamankan 13 orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan tersebut.

Akan tetapi setelah dilakukan pemeriksaan intensif, 9 orang ditetapkan sebagai tersangka, dengan 5 orang diantaranya masih berstatus anak di bawah umur.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved