Diplomat Muda Tewas
HP Hilang, Tapi Laptop Arya Daru Buka Tabir Kematian Diplomat Muda
Meski ponsel korban hingga kini belum ditemukan, penyidik berhasil mengungkap sejumlah petunjuk penting dari laptop milik Arya.
Namun saat pergi meninggalkan rooftop, Arya Daru meninggalkan dua barangnya itu.
"Penyelidik mendapatkan fakta, berdasarkan pengamatan CCTV, awalnya korban naik membawa tas gendong dan tas belanja. Saat turun korban sudah tidak membawa tas gendong dan tas belanja," pungkas Kombes Ade Ary Syam.
Dari bukti tersebut, pihak kepolisian masih mendalaminya guna mengungkap penyebab kematian Arya Daru.
Hingga kini pihak kepolisian belum bisa menyimpulkan apakah penyebab kematian Arya Daru terkait dengan tindakan pidana alias pembunuhan atau bukan.
"Dalam peristiwa ini masih dalam penyelidikan, serangkaian upaya yang dilakukan penyelidik untuk menemukan atau mencari tahu apakah peristiwa ini ada dugaan pidana atau tidak. Ini masih di tahap itu," ujar Kombes Ade Ary Syam.
Lakban Bukan Dari Jakarta
Misteri kematian diplomat muda Arya Daru kembali memasuki babak baru.
Salah satu barang bukti utama, yakni lakban kuning yang ditemukan menempel di tubuh korban, kini mulai terkuak asal-usulnya. Hasil penelusuran sementara menyebutkan, lakban tersebut ternyata bukan berasal dari Jakarta.
Asal muasal lakban kuning dalam kematian diplomat Kementerian Luar Negeri Arya Daru Pangayunan mulai menemui titik terang Ternyata lakban tersebut dari Yogyakarta.
Lakban ini memang menjadi barang paling krusial dalam kematian Daru.
Perekat warna kuning tersebut melilit seluruh bagian kepala Daru.
Selain itu, lakban tersebut amat jarang ditemui di warung bahkan minimarket
Psikolog Zoya Amirin juga menyoroti lakban kuning tersebut.
"Pemilihan warna kuning ini bukan lakban yang biasa dijual di minimarket yang sangat mudah, ini harus dipesan di online," kata Zoya.
Zoya merupakan sarjana Psikolog dan S2 Psikologi Klinis dari Universitas Indonesia.
Ia mendalami bidang ilmu seksologi di Universitas Udayana hingga memiliki gelar Zoya Amirin, M.Psi.m FIAS.
Ia lahir 1975 dengan nama lengkap Zoya Dianaesthika Amirin. Zoya memiliki dua saudara kandung.
Menurut Zoya, lakban kuning tersebut umum di bidang industrial.
Sedangkan yang biasa dijual di warung atau minimarket adalah lakban cokelat dan hitam.
"Warna kuning kan industrial, sangat tebal," katanya.
Informasi beredar lakban kuning diduga dibeli sendiri oleh Arya Daru Pangayunan.
Ia diduga membelinya di sebuah toko di Yogyakarta.
Kakak ipar, Meta Bagus menceritakan terakhir bertemu Daru di Bantul, Yogyakarta pada 5 Juli 2025.
Sedangkan Daru ditemukan tak bernyawa dalam kamar kos di Gondia International Guesthouse, Gondangdia, Jakarta Pusat pada 8 Juli 2025.
Terakhir bertemu Daru menumpahkan cerita pada Meta.
Selain tentang persiapan pindah ke Finlandia untuk bertugas sebagai diplomat, rupanya Daru juga sedang menyusun rencana liburan.
"Minggu depan katanya mau pada main ke Borobudur. Mungkin mau lihat-lihat. Ada acara apa atau mau jalan-jalan sama anak-anaknya, karena Daru kan mau persiapan untuk tugas barunya," kata Meta Bagus.
Meta Bagus merupakan kakak dari Meta Ayu Puspitantri, istri dari Arya Daru Pangayunan. Mereka tinggal di Jalan Munggur, Jomblang, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta.
Ketua Harian Kompolnas Arief Wicaksono Sudiutomo mengungkap hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) di kamar kos, hanya ditemukan sidik jari Daru.
Termasuk pada lakban kuning yang menutup seluruh kepala dan wajahnya.
"Pada saat olah TKP diperiksa sidik jari di beberapa tempat termasuk lakban, hanya ada sidik jari dari almarhum," katanya.
Arief Wicaksono Sudiutomo adalah purnawirawan Polri jenderal bintang dua.
Ia tercatat pernah menjabat sebagai Sekretaris NCB Interpol. Arief juga pernah bertugas sebagai Deputi Hukum dan Kerjasama Badan Narkotika Nasional (BNN).
Menurutnya penyidik dan ahli forensik sudah memeriksa DNA (Deoxyribonucleic Acid) di kamar kos Daru.
Kata Arief hasilnya, tidak ditemukan DNA orang lain selain Daru.
"Termasuk diperiksa juga DNA setelah dilibatkan ahli forensik di situ. Kemudian tidak ada lagi barang hilang. Barang yang ada sih seperti kayak obat, pernah sakit geerd yah," jelas Arief.
Mendengar fakta tersebut, Psikologi Forensik Reza Indragiri berpendapat soal dua kemungkinan penyebab kematian diplomat Kemlu Arya Daru Pangayunan.
Reza Indragiri mengatakan dengan adanya temuan sidik jari pada lakban kuning, kemungkinan penyebab kematian Daru ada dua.
"Tambahan informasi yang dipasok pak Arief barusan justru memberi dasar bagi saya untuk semakin kuat untuk mengeliminasi kemungkinan bahwa almarhum meninggal akibat perbuatan orang lain," katanya.
Dua kemungkinan penyebab kematian Daru yakni mengakhiri hidup dan kecelakaan.
"Kecelakaan sedang melakukan aktifitas apapun namun tanpa dia duga muncul situasi yang tidak bisa dia kendalikan sehingga disadari atau tidak almarhum masuk dalam situasi kritis sampai kemudian kehilangan nyawa, tapi dia tidak punya niatan untuk mengakhiri hidupnya, itu kecelakaan," jelasnya.
"Sementara bunuh diri sesesorang yang punya niatan untuk mengakhiri hidupnya," tambah Reza.
Misteri 34 Detik CCTV Kos Arya Daru Terpotong?
Rekaman CCTV di kos diplomat muda Arya Daru Pangayunan ternyata didapati terpotong atau hilang diduga diedit yang menunjukan adanya lompatan waktu dalam penunjukan waktu di video CCTV.
Video CCTV yang tertulis tanggal dan waktu 7 Juli 2025 jelang tengah malam yaitu pukul 23.25 detik 19 yang tiba-tiba melompat menjadi pukul 23.25 detik 53.
Ada video yang diduga terpotong atau hilang sekitar selama 34 detik di rekaman CCTV kos Arya Daru tersebut.
Berdasarkan keterangan polisi, pada waktu tersebut merupakan waktu setelah korban Arya Daru sulit dihubungi oleh istrinya.
Karena istri korban terakhir kontak dengan Arya Daru sekitar pukul 21.00.
Setelah itu istri korban menghubungi penjaga kos sampai tiga kali untuk meminta penjaga kos mengecek korban di kos.
Adanya 34 detik yang diduga hilang di video CCTV kos diplomat muda ini tidak membuat Penasihat Ahli Kapolri Irjen Pol (Purn) Aryanto Sutadi yakin.
Dia mengaku tidak yakin dalam waktu tersebut ada orang lain yang masuk ke kos korban di malam itu.
"Kalau cuman detik itu kan tidak memungkinkan orang masuk kemudian dihapus kan," kata Aryanto dikutip dari Youtube TV One, Rabu (16/7/2025).
Namun Ahli Digital Forensik Abimanyu Wachjoewidajat tidak sependapat dengan Aryanto.
Menurutnya, ini masih memungkinkan di detik-detik video CCTV yang hilang itu ada orang masuk.
"Mungkin lah," timpal Abimanyu.
Namun Aryanto kembali menjelaskan bahwa bukti yang muncul ke publik terkait kematian sang diplomat muda ini kini memang masih kurang lengkap.
Sementara polisi masih melakukan penyelidikan yang mendalam untuk mengungkap misteri kematian Arya Daru ini.
"Saya gak ngerti lah, makanya itu kan kita sekarang ini meraba-raba dari bukti yang tidak lengkap jadinya," kata Aryanto lagi.
Seharusnya, kata dia, bicara terkait kasus ini harus memakai kemungkinan yang lebih jelas dari alat bukti yang ada.
"Kita pakai kemungkinan yang lebih ada daripada alat bukti yang ada," katanya.
"Tapi kalau sekarang ini kita hasil outopsi aja gak ada, ya kita gak bisa mengatakan itu mengambil kesimpulan," ungkap Aryanto.
Diplomat Muda Tewas di Menteng
Diplomat Muda Tewas
Ponsel Arya Daru Hilang
Penyebab Arya Daru Tewas
Kasus Kematian Arya Daru
Kabar Terbaru Kematian Arya Daru
| Akhirnya Terbongkar! Sosok yang Baca Chat WA Diplomat Arya Daru usai Wafat |
|
|---|
| Kematian Arya Daru, Kini Didatangi Pria Misterius Pakai Hodie Hitam saat Tahlilan Beri Benda Aneh |
|
|---|
| Fakta Baru? Kuasa Hukum Keluarga Arya Daru Desak Ekshumasi oleh Dokter Forensik Independen |
|
|---|
| Terkuak Ternyata Arya Daru Bertemu Vara Bahas Soal Anak, Pita Yakin Suami Tak Berkhianat |
|
|---|
| Akhirnya Meta Ayu Puspitantri Bongkar Hubungan Diplomat Arya Daru dan Vara, Yakin Tak Berkhianat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Potret-Arya-Daru-Pangayunan-diplomat-dan-staf-di-Kementerian.jpg)