Uang Palsu UIN Alauddin Makassar
Pengakuan Mengejutkan Eks Wakapolsek Sering Terima Transferan dari Bos Uang Palsu UIN Makassar
Kasus uang palsu produksi pabrik yang berada di lingkungan kampus UIN Makassar terbongkar pada Desember 2024 lalu.
TRIBUNBENGKULU.COM - Pengakuan mengejutkan datang dari seorang mantan Wakapolsek yang diduga terlibat dalam kasus peredaran uang palsu yang menyeret nama kampus UIN Alauddin Makassar.
Dalam pemeriksaan, eks perwira polisi itu mengakui bahwa dirinya kerap menerima transfer uang dari bos jaringan uang palsu yang kini ditetapkan sebagai tersangka.
Pada, sidang uang palsu Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan, mantan Wakapolsek Tallo, AKP Purn Sugito Ngangun mengaku melindungi aset milik bos kasus sindikat uang palsu.
Kasus uang palsu produksi pabrik yang berada di lingkungan kampus UIN Makassar terbongkar pada Desember 2024 lalu.
Kasus ini menghebohkan publik lantaran baru ketahuan setelah bisnis haram uang palsu dijalankan selama 14 tahun.
Baca juga: Kekayaan Ivan Yustiavandana Kepala PPATK Blokir Rekening Nganggur, Naik Drastis Rp4,8 Miliar Setahun
Pusaran kasus uang palsu UIN Makassar turut menyeret mantan oknum polisi bernama AKP Purn Sugito Ngangun.
Ia dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Rabu (30/7/2025).
AKP Purn Sugito Ngangun diminta memberikan kesaksian untuk terdakwa Annar Salahuddin Sampetoding.
Ia mengaku melindungi aset dari terdakwa yang berada di Kota Makassar.
"Sering keliling-keliling pantau aset-aset beliau karena dikasih amanah untuk jaga. Sudah cek dan aman saya balik," ucapnya," katanya, dikutip dari TribunGowa.com, Kamis (31/7/2025).
Dilansir Tribunnews.com, Sugito menjabat sebagai Wakapolsek Tallo mulai November 2023 hingga Februari 2025.
Sugito mengaku sudah menjalin persahabatan dengan terdakwa Annar selama 30 tahun.
Awalnya ia mengenal Annar sebagai seorang pengusaha kayu.
"Saya kenal terdakwa sebagai bos, direktur, punya usaha tahun 1998-1999 usahanya kayu. Beliau keluarganya raja kayu," katanya, dikutip dari TribunGowa.com.
Hubungan keduanya semakin dekat meskipun tidak memiliki ikatan darah maupun kerabat kekeluargaan.
Sugito kemudian diberi tugas menjaga aset-aset milik Annar.
Annar memiliki rumah di Jalan Sunu 3, Kota Makassar. Akan tetapi, kediaman itu sering kosong.
Adapun terdakwa Annar sudah 20 tahun tinggal di Ibu Kota Jakarta.
Sebagai bentuk rasa terima kasihnya, Annar kerap memberikan uang kepada Sugito Ngangun.
"Sering dikasih uang, ditransfer," ucapnya kepada majelis hakim.
Sugito Ngangun tidak merincikan besaran uang yang diterimanya.
Namun, ia mengaku uang tersebut lumayan baginya yang berstatus sebagai wakapolsek.
Uang tersebut kemudian digunakan untuk membeli bensin, rokok, dan pulsa.
Sugito juga menyebut, pemberian uang itu tidak diketahui oleh kesatuannya.
"Ini kan pribadi dan tanpa diketahui institusi," tegasnya saat menjawab pertanyaan hakim.
Dalam kasus ini, Annar didakwa memodali pabrik uang palsu yang diproduksi di gedung perpustakaan UIN Alauddin Makassar.
Atas perbuatannya, Annar didakwa melanggar Pasal 37 ayat 1 UU RI Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dalam dakwaan primair.
Sementara pada dakwaan subsidair, Annar dikenakan Pasal 37 ayat 2 UU RI Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
Kemudian jaksa juga mendakwa Annar dengan Pasal 36 ayat 1 UU RI Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP di dakwaan lebih subsidair.
Annar mulai ditahan di Rutan Kelas I Makassar sejak 8 Januari 2025.
Awal Terbongkar
Sindikat uang palsu di UIN Alauddin Makassar itu terbongkar berawal dari kerugian petugas BRILink di Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, yang menerima uang paslu.
Polisi kemudian mengembangkan hingga berhasil menemukan adanya pabrik uang palsu di gedung perpustakaan UIN Makassar.
Total sudah ada 15 terdakwa yang duduk di kursi pesakitan terkait kasus ini.
Mereka ada dari pihak luar maupun orang dalam kampus.
Sedangkan bos atau otak dari sindikat pengedaran uang palsu ini adalah Annar Salahuddin Sampetoding.
Ia dikenal sebagai raja kayu asal Sulawesi Selatan dan sempat terjun ke dunia politik, sebelum akhirnya terjerat kasus tersebut.
| Blak-blakan Bos Sindikat Uang Palsu UIN Makassar Ngaku Diperas Jaksa Rp 5 Milliar |
|
|---|
| Blak-blakan Andi Ibrahim Bongkar Ada Sosok Orang Dalam BI Permudah Penukaran Uang Palsu UIN Makassar |
|
|---|
| Terkuak Hasil Penjualan Kasus Uang Palsu UIN Makassar Disedekahkan Andi Ibrahim ke Anak Yatim |
|
|---|
| Sosok Orang Pertama Bongkar Pabrik Uang Palsu di UIN Makassar, Berawal Intuisi Tajam Petugas BRILink |
|
|---|
| Pengakuan Syahruna Operator Cetak Uang Palsu di UIN Makassar Kelabui Pihak Kampus Modus Cetak Brosur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/KASUS-UANG-PALSU-svsvsdsdv.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.