Senin, 8 Juni 2026

Prada Lucky Tewas Dianiaya Senior

Muncul Desakan Senior Penganiaya Prada Lucky Hingga Tewas Dihukum dan Dipecat

Anggota Fraksi Gerindra asal Dapil NTT II itu sangat geram dengan perilaku anggota TNI yang menganiaya Prada Lucky hingga meninggal. 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Hendrik Budiman
HO TribunBengkulu.com/Pos-Kupang.com
ANGGOTA TNI TEWAS - Foto Prada Lucky Namo (23), anggota Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 834/Wakanga Mere (Yonif TP 834/WM) semasa hidup dan Jenazah Prada Lucky Namo (23), anggota Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 834/Wakanga Mere (Yonif TP 834/WM), saat berada di RSUD Aeramo, 

TRIBUNBENGKULU.COM - Kasus kematian Praka Lucky akibat dugaan penganiayaan seniornya memicu gelombang desakan dari publik. 

Banyak pihak menuntut agar pelaku tidak hanya dijatuhi hukuman berat, tetapi juga dipecat dari dinas militer. 

Desakan ini mencerminkan kemarahan masyarakat yang menilai tindakan kekerasan di lingkungan TNI tidak bisa ditoleransi.

Diketahui Prada Lucky Namo anggota Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 834/ Wakanga Mere Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) menghembuskan napas terakhirnya di Ruang IGD RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, Rabu (6/8/2025), sekitar pukul 11.23 WITA.

Baca juga: Nasib Tragis Prada Lucky Namo Tewas Dianiaya Senior, Kini Dituduh Lakukan Penyimpangan

Anggota Komisi I DPR RI, Ir. Esthon Leyloh Foenay, M.Si. Anggota Fraksi Gerindra asal Dapil NTT II itu sangat geram dengan perilaku anggota TNI yang menganiaya Prada Lucky hingga meninggal. 

“Tidak manusiawi. Apapun kesalahannya, tidak bisa dihukum seperti itu. Bagaimana pun, dia adalah seorang abdi negara. Harus dihargai seperti yang lainnya. Kejadian ini sangat disayangkan,” kata Esthon.

Mantan Wakil Gubernur NTT itu mengatakan, akan mengawal khusus proses hukum kasus ini.

“Saya akan kawal kasus ini. Nanti saya ikut penguburan. Pelaku penganiayaan harus dihukum berat. Dan, kalau perlu dipecat dari kesatuannya. Ini sungguh tidak manusiawi. Harus ada keadilan terhadap Prada Lucky,” kata Ketua DPD Partai Gerindra NTT tersebut. 

“Masa dianiaya hingga meninggal dunia. Tubuhnya disulut pakai rokok, dipukul pakai popok senapan dan lainnya. Ini tidak adil sehingga para pelaku harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata Esthon.

Kondisi Tubuh Prada Lucky

Penampakan tubuh Prada Lucky Namo yang tewas usai diduga dianiaya seniornya membuat publik terkejut. 

Tubuh prajurit TNI muda itu dipenuhi bekas luka di berbagai bagian, memperlihatkan jejak kekerasan yang dialaminya sebelum meregang nyawa. 

Diketahui Prada Lucky Namo anggota Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 834/ Wakanga Mere Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) menghembuskan napas terakhirnya di Ruang IGD RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, Rabu (6/8/2025), sekitar pukul 11.23 WITA.

BEKAS LUKA - Prajurit TNI Prada Lucky Namo tewas dianiaya seniornya. Tampak bagian belakang tubuhnyadipenuhi bekas luka.
BEKAS LUKA - Prajurit TNI Prada Lucky Namo tewas dianiaya seniornya. Tampak bagian belakang tubuhnyadipenuhi bekas luka. (KOLASE POS-KUPANG.COM)

Pada bagian punggung korban penuh bekas hantaman benda keras, sementara lengan dan kakinya terdapat luka bakar mirip sundutan rokok.

Dandim 1625 Ngada, Letkol Czi Deny Wahyu Setiyawan, membenarkan kabar Lucky menjadi korban penganiayaan seniornya. 

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved