Minggu, 17 Mei 2026

Dokter Dianiaya Keluarga Pasien

Tampang Pria Arogan di RSUD Sekayu, Viral Video Paksa Dokter Buka Masker Hingga Caci Maki

Media sosial tengah dihebohkan dengan beredarnya video berdurasi 41 detik yang menampilkan insiden di ruang perawatan RSUD Sekayu.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Rita Lismini
Instagram/mimin sekayu
Tampang Pria Arogan di RSUD Sekayu, Viral Video Paksa Dokter Buka Masker Hingga Caci Maki 

TRIBUNBENGKULU.COM, SEKAYU - Media sosial tengah dihebohkan dengan beredarnya video berdurasi 41 detik yang menampilkan insiden di ruang perawatan RSUD Sekayu. Dimana keluarga pasien secara paksa membuka masker dokter yang sedang memeriksa pasien.

Video tersebut, diunggah oleh akun Mimin Sekayu, memicu perdebatan publik lantaran memperlihatkan seorang dokter mendapat perlakuan tak pantas dari keluarga pasien.

RSUD Sekayu adalah Rumah Sakit Umum Daerah yang dimiliki dan dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Lokasinya berada di ibu kota kabupaten, yaitu Kota Sekayu, sehingga mudah diakses oleh warga dari berbagai kecamatan di Musi Banyuasin. 

Dari Kota Palembang butuh waktu sekitar empat jam perjalanan darat untuk ke Kota Sekayu ini. 

Baca juga: Profil Letda Inf Thariq Singajuru, Perwira Tersangka Penganiayaan Prada Lucky, Prestasinya Mentereng

Dalam rekaman, terlihat keluarga pasien meminta sang dokter melepas masker yang dikenakannya saat memeriksa pasien. Permintaan tersebut ditolak secara halus oleh dokter karena tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) rumah sakit.

Namun, situasi berubah tegang ketika salah satu anggota keluarga pasien diduga memegang bagian belakang leher dokter sambil memaksa melepas masker.

Meski akhirnya dokter membuka masker, tindakan itu dilakukan dalam tekanan, dengan tangan keluarga pasien masih menyentuh tubuhnya.

Insiden ini langsung menuai kecaman dari warganet yang menilai tindakan tersebut sebagai bentuk ketidaksopanan dan pelanggaran terhadap hak tenaga kesehatan.

Baca juga: Tak Logis! Mantan Dubes RI Bongkar Kejanggalan Kematian Arya Daru, Bukti Penting Disembunyikan?

Beberapa komentar netizen antara lain:

  • @Apri Yanti: “Setiap tindakan pasti ada SOP. Walaupun kita mau, kita juga harus mengikuti prosedur. Sangat disayangkan tindakan itu, padahal bisa dikomunikasikan dengan baik.”

  • @Ardie Bewe: “Dokter itu benar, RSUD harus klarifikasi. Tidak boleh dokter dipaksa membuka masker saat bekerja, apalagi dengan cara seperti itu.”

  • @Iin Parlina: “Saya tahu dr. Syafri, beliau subspesialis. Dokternya baik, sekolahnya jelas. Tolak segala bentuk ketidaksopanan dan kekerasan terhadap tenaga kesehatan.”

Mayoritas warganet berharap kejadian serupa tidak terulang dan menekankan pentingnya kenyamanan serta perlindungan bagi tenaga medis saat bertugas.

Profil Dokter Dipaksa Buka Masker 

Kini terkuak sosok Dokter Syahpri yang mendadak jadi perbincangan hangat di media sosial tersebut. 

Rupanya Dokter Syahpri bukanlah sosok sembarangan. 

Di tahun 2024 ia meraih resmi mendapat gelar sebagai Dokter Konsultan di bidang Nefrologi.

Dokter Konsultan biasanya merujuk pada dokter spesialis yang memiliki keahlian mendalam di bidang tertentu dan berperan sebagai narasumber atau penasehat medis untuk pasien maupun tenaga medis lainnya.

Sedangkan Nefrologi adalah cabang ilmu kedokteran yang khusus mempelajari fungsi ginjal, penyakit ginjal, dan terapi terkait.

Sosok Dokter Syahpri Putra Wangsa

Syahpri Putra Wangsa, Sp.PD, yang menjabat sebagai dokter spesialis penyakit dalam seperti jantung, paru, saluran cerna, ginjal dan organ lainnya.

Diketahui, dr Syahpri Putra Wangsa berpraktik di RSUD Sekayu dan RS Bunda Medika Jakabaring Palembang.

Ia juga pernah bertugas di RSUD Sungai Lilin.

Pendidikan kedokterannya ditempuh di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Ia mengambil spesialis di Universitas Sriwijaya, Palembang.

Pada Oktober 2024, ia resmi mendapat gelar sebagai Dokter Konsultan di bidang Nefrologi.

Adapun gelar tambahannya: Sp.PD (Spesialis Penyakit Dalam), K.GH (Konsultan Ginjal Hipertensi), FINASIM (Fellow of Indonesian Society of Internal Medicine).

Kini, namanya ramai dibicarakan di media sosial karena videonya saat menghadapi keluarga pasien yang marah di ruang ICU VIP RSUD Sekayu.

Ia tampak tetap tenang, profesional, dan sabar hingga mendapat banyak pujian warganet.

Jadi Korban Penganiayaan Keluarga Pasien

Respon RSUD Sekayu

Saat dikonfirmasi, Humas RSUD Sekayu, Dwi Marsilviah, mengatakan pihak rumah sakit masih melakukan rapat internal terkait peristiwa tersebut.

“Ada nanti ya, kita masih rapat di RS,” ujarnya singkat.

IDI Siap Dampingi ke Jalur Hukum

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved