Berita Wilayah Bengkulu
Bengkulu Masih Basah: Hujan Sering Turun, Sinar Matahari Terbatas Sepanjang 2024
Provinsi Bengkulu kembali menunjukkan karakteristik iklim tropis basah sepanjang tahun 2024.
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Provinsi Bengkulu kembali menunjukkan karakteristik iklim tropis basah sepanjang tahun 2024.
Berdasarkan data dari Stasiun Geofisika Kepahiang dikutip dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, hampir setiap bulan wilayah Bengkulu diguyur hujan dengan frekuensi tinggi, disertai durasi penyinaran matahari yang tergolong rendah.
Sepanjang tahun 2024, total curah hujan yang tercatat mencapai 3.583,20 milimeter, dengan rata-rata 26 hari hujan per bulan.
Bulan Januari dan April mencatat curah hujan tertinggi, masing-masing sebesar 511,90 mm dan 514,50 mm, menandai awal dan pertengahan tahun yang sangat basah.
Meski sempat terjadi penurunan curah hujan pada bulan Juli dan Agustus, masing-masing hanya 65,50 mm dan 128,50 mm, frekuensi hujan tetap tinggi.
Pada kedua bulan ini, hujan tercatat turun hampir setiap hari, dengan 30 hingga 31 hari hujan.
Hal ini menunjukkan bahwa meski intensitas hujan ringan, langit mendung dan hujan tetap menjadi bagian dari rutinitas harian warga Bengkulu.
Di sisi lain, penyinaran matahari sepanjang tahun masih terbatas. Rata-rata durasi penyinaran harian berada di kisaran 3 hingga 5 jam per hari.
Kondisi terbaik terjadi pada Juli dan Agustus, saat sinar matahari muncul selama lebih dari 5 jam per hari, memberikan jeda dari cuaca lembap dan mendung yang mendominasi sepanjang tahun.
Namun, ketika memasuki akhir tahun, langit kembali tertutup. Bulan November dan Desember menjadi periode dengan penyinaran terpendek, hanya 2,69 jam dan 2,29 jam per hari, disertai curah hujan tinggi.
Baca juga: 3 Wilayah Ini Ternyata Jadi Penghasil Tomat Terbesar di Bengkulu
Musim Kemarau Tak Pernah Kering Total
Secara umum, musim kemarau yang biasanya berlangsung dari Mei hingga September tidak sepenuhnya kering.
Walaupun curah hujan turun pada periode ini, hari hujan tetap mendominasi.
Fenomena ini menandakan bahwa musim kemarau di Bengkulu lebih tepat disebut sebagai musim “relatif kering” dibanding benar-benar kering.
Implikasi untuk Aktivitas Warga
| Ekonomi Bengkulu Tumbuh 4,56 Persen pada Triwulan III, BPS Sebut Harga Sawit Jadi Pendorong |
|
|---|
| BPS: Nilai Ekspor Bengkulu Naik 73,71 Persen, Tak Ada Aktivitas Impor |
|
|---|
| BPS: 4,89 Juta Perjalanan Wisata ke Bengkulu Selama Tahun 2025, Kota Paling Diminati |
|
|---|
| Inflasi Bengkulu September 2025 Capai 2,57 Persen, Tertinggi di Kabupaten Mukomuko |
|
|---|
| 3 Daerah Dengan Populasi Ternak Babi Terbesar di Provinsi Bengkulu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/BPS-Cuaca-Bengkulu208.jpg)