Berita Wilayah Bengkulu
5 Daerah Penghasil Tanaman Biofarmaka Terbanyak di Provinsi Bengkulu
Provinsi Bengkulu memiliki potensi besar dalam pengembangan tanaman biofarmaka.
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Provinsi Bengkulu memiliki potensi besar dalam pengembangan tanaman biofarmaka.
Tanaman biofarmaka merupakan kelompok tanaman obat dan rempah yang memiliki nilai penting bagi kesehatan dan ekonomi masyarakat.
Lima daerah penghasil terbesar tanaman biofarmaka di Provinsi Bengkulu pada tahun 2024, yaitu Rejang Lebong, Bengkulu Tengah, Kepahiang, Bengkulu Utara dan Kaur.
Di Provinsi Bengkulu, beragam jenis biofarmaka seperti jahe, kunyit, kencur, temulawak, serai, dan lainnya dibudidayakan oleh petani di hampir seluruh wilayah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu 'Produksi Tanaman Biofarmaka Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Tanaman di Provinsi Bengkulu tahun 2024', berikut lima kabupaten/kota dengan total produksi biofarmaka tertinggi.
1. Kabupaten Rejang Lebong
Rejang Lebong menjadi pusat produksi tanaman biofarmaka terbesar di Bengkulu pada tahun 2024. Dominasi utamanya terletak pada:
- Jahe: 16.260.077 kg
- Kunyit: 5.164.959 kg
- Lengkuas: 1.103.151 kg
- Kencur: 23.212 kg
- Temulawak: 7.020 kg
- Kapulaga: 2.232 kg
Total produksi tanaman biofarmaka dari kabupaten ini mencapai lebih dari 22 juta kilogram, menjadikannya sentra rempah strategis untuk kebutuhan dalam maupun luar daerah.
2. Kabupaten Bengkulu Tengah
Bengkulu Tengah berada di peringkat kedua dengan total produksi signifikan pada berbagai jenis tanaman, seperti:
- Jahe: 1.874.980 kg
- Kencur: 188.233 kg
- Lengkuas: 45.538 kg
- Kunyit: 35.678 kg
- Serai: 17.201 kg
- Temuireng: 928 kg
- Temulawak: 310 kg
- Jeruk nipis: 26.780 kg
Meski produksi jahe menjadi yang utama, keberagaman jenis tanaman biofarmaka juga menandai potensi agrowisata dan industri herbal lokal di kabupaten ini.
3. Kabupaten Kepahiang
Kepahiang berada di urutan ketiga dengan produksi unggulan:
- Jahe: 1.633.650 kg
- Kunyit: 303.605 kg
- Lengkuas: 257.605 kg
- Kencur: 120.080 kg
- Jeruk nipis: 280 kg
- Serai: 9.525 kg
- Kapulaga: 916 kg
Produksi biofarmaka di Kepahiang berpotensi dikembangkan melalui sentra pengolahan hasil tani berbasis industri rumah tangga.
4. Kabupaten Bengkulu Utara
| Ekonomi Bengkulu Tumbuh 4,56 Persen pada Triwulan III, BPS Sebut Harga Sawit Jadi Pendorong |
|
|---|
| BPS: Nilai Ekspor Bengkulu Naik 73,71 Persen, Tak Ada Aktivitas Impor |
|
|---|
| BPS: 4,89 Juta Perjalanan Wisata ke Bengkulu Selama Tahun 2025, Kota Paling Diminati |
|
|---|
| Inflasi Bengkulu September 2025 Capai 2,57 Persen, Tertinggi di Kabupaten Mukomuko |
|
|---|
| 3 Daerah Dengan Populasi Ternak Babi Terbesar di Provinsi Bengkulu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Tanaman-Obat682.jpg)