Berita Wilayah Bengkulu

5 Daerah Penghasil Tanaman Biofarmaka Terbanyak di Provinsi Bengkulu

Provinsi Bengkulu memiliki potensi besar dalam pengembangan tanaman biofarmaka.

Editor: Yunike Karolina
canva.com
TANAMAN OBAT BENGKULU - Ilustrasi tanaman obat. Di Provinsi Bengkulu, beragam jenis biofarmaka seperti jahe, kunyit, kencur, temulawak, serai, dan lainnya dibudidayakan oleh petani di hampir seluruh wilayah. 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Provinsi Bengkulu memiliki potensi besar dalam pengembangan tanaman biofarmaka.

Tanaman biofarmaka merupakan kelompok tanaman obat dan rempah yang memiliki nilai penting bagi kesehatan dan ekonomi masyarakat. 

Lima daerah penghasil terbesar tanaman biofarmaka di Provinsi Bengkulu pada tahun 2024, yaitu Rejang Lebong, Bengkulu Tengah, Kepahiang, Bengkulu Utara dan Kaur.

Di Provinsi Bengkulu, beragam jenis biofarmaka seperti jahe, kunyit, kencur, temulawak, serai, dan lainnya dibudidayakan oleh petani di hampir seluruh wilayah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu 'Produksi Tanaman Biofarmaka Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Tanaman  di Provinsi Bengkulu tahun 2024', berikut lima kabupaten/kota dengan total produksi biofarmaka tertinggi.

1. Kabupaten Rejang Lebong

Rejang Lebong menjadi pusat produksi tanaman biofarmaka terbesar di Bengkulu pada tahun 2024. Dominasi utamanya terletak pada:

  • Jahe: 16.260.077 kg
  • Kunyit: 5.164.959 kg
  • Lengkuas: 1.103.151 kg
  • Kencur: 23.212 kg
  • Temulawak: 7.020 kg
  • Kapulaga: 2.232 kg

Total produksi tanaman biofarmaka dari kabupaten ini mencapai lebih dari 22 juta kilogram, menjadikannya sentra rempah strategis untuk kebutuhan dalam maupun luar daerah.

2. Kabupaten Bengkulu Tengah

Bengkulu Tengah berada di peringkat kedua dengan total produksi signifikan pada berbagai jenis tanaman, seperti:

  • Jahe: 1.874.980 kg
  • Kencur: 188.233 kg
  • Lengkuas: 45.538 kg
  • Kunyit: 35.678 kg
  • Serai: 17.201 kg
  • Temuireng: 928 kg
  • Temulawak: 310 kg
  • Jeruk nipis: 26.780 kg

Meski produksi jahe menjadi yang utama, keberagaman jenis tanaman biofarmaka juga menandai potensi agrowisata dan industri herbal lokal di kabupaten ini.

3. Kabupaten Kepahiang

Kepahiang berada di urutan ketiga dengan produksi unggulan:

  • Jahe: 1.633.650 kg
  • Kunyit: 303.605 kg
  • Lengkuas: 257.605 kg
  • Kencur: 120.080 kg
  • Jeruk nipis: 280 kg
  • Serai: 9.525 kg
  • Kapulaga: 916 kg

Produksi biofarmaka di Kepahiang berpotensi dikembangkan melalui sentra pengolahan hasil tani berbasis industri rumah tangga.

 
4. Kabupaten Bengkulu Utara

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved