Rabu, 29 April 2026

Berita Bengkulu

Kasus Suspek Campak di Bengkulu Capai 172, Kota Bengkulu Tertinggi

Dinkes Bengkulu mencatat 172 kasus suspek campak, terbanyak di Kota Bengkulu, Rabu (15/4/2026).

Tayang:
TribunBengkulu.com/Muhammad Panji Destama Nurhadi
CAMPAK - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, drg Edriwan Mansyur (kiri), saat diwawancarai di ruang kerjanya di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Rabu (15/4/2026). Kasus suspek campak di Bengkulu capai 172. Dinkes pastikan belum KLB, warga diimbau jaga imun dan waspada perubahan cuaca. 

 

Ringkasan Berita:
  1. Dinkes Bengkulu catat peningkatan suspek campak.
  2. Total 172 kasus berdasarkan gejala klinis.
  3. Belum masuk kategori KLB secara nasional.
  4. Sampel diperiksa di Kota Bengkulu dan Rejang Lebong.
  5. Masyarakat diimbau jaga imunitas tubuh.

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu mencatat adanya peningkatan kasus suspek campak yang terjadi di sejumlah daerah.

Meski demikian, kondisi tersebut dipastikan belum masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, drg Edriwan Mansyur, mengatakan bahwa peningkatan kasus campak tidak hanya terjadi di Bengkulu, tetapi juga di berbagai wilayah di Indonesia.

“Penyakit campak ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Peningkatan kasus juga dipengaruhi oleh daya tahan tubuh yang menurun serta perubahan cuaca yang tidak menentu,” ungkap Edriwan saat diwawancarai di ruangannya di Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Rabu (15/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan pemantauan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), tren peningkatan kasus memang terjadi secara nasional, namun belum menunjukkan kondisi KLB.

“Untuk Bengkulu sendiri, secara nasional kita belum masuk kategori alarm atau KLB. Namun, kami tetap melakukan langkah antisipasi agar tidak terjadi lonjakan yang lebih besar,” tutur Edriwan.

Data Suspek Campak

Dari hasil pendataan yang dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu bersama kabupaten/kota, tercatat sebanyak 172 kasus suspek campak berdasarkan gejala klinis.

Namun demikian, Edriwan menegaskan bahwa status suspek belum dapat dipastikan sebagai kasus campak sebelum melalui pemeriksaan laboratorium.

“Suspek ini belum tentu positif campak. Oleh karena itu, kami meminta setiap daerah untuk mengirimkan spesimen guna dilakukan pemeriksaan laboratorium di fasilitas rujukan,” kata Edriwan.

Sejauh ini, baru dua daerah yang merespons cepat dengan mengirimkan sampel, yakni Kota Bengkulu dan Kabupaten Rejang Lebong.

Dari Kota Bengkulu, sebanyak 20 sampel telah diperiksa, dengan hasil 14 kasus dinyatakan positif dan 6 negatif.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved