Senin, 4 Mei 2026

Kasus Campak di Bengkulu

Imunisasi MR Jadi Kunci Cegah Wabah Campak di Bengkulu

Kasus campak di Bengkulu masih landai dan belum masuk KLB. Pemprov terus tingkatkan kewaspadaan serta gencarkan imunisasi MR.

Tayang:
TribunBengkulu.com
CAMPAK - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, saat meninjau pelayanan cuci darah di Rumah Sakit M Yunus Bengkulu, Kamis (16/4/2026). Kasus campak di Bengkulu masih landai dan belum masuk KLB. Pemprov terus tingkatkan kewaspadaan serta gencarkan imunisasi MR. 

Namun, pihak nya memahami kendala yang dialami pihak Kabupaten seperti biaya pengiriman dan teknis lainnya.

“Masih ada kabupaten lain yang sedang berproses. Kami memahami adanya kendala, seperti biaya pengiriman dan teknis lainnya,” tutur Edriwan.

Edriwan menjelaskan, Meski demikian, kondisi tersebut dipastikan belum masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).

Pasalnya peningkatan kasus campak tidak hanya terjadi di Bengkulu, tetapi juga di berbagai wilayah di Indonesia.

“Penyakit campak ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Peningkatan kasus juga dipengaruhi oleh daya tahan tubuh yang menurun serta perubahan cuaca yang tidak menentu,” jelas Edriwan.

Edriwan juga menjelaskan, berdasarkan pemantauan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), tren peningkatan kasus memang terjadi secara nasional, namun belum menunjukkan kondisi KLB.

“Untuk Bengkulu sendiri, secara nasional kita belum masuk kategori alarm atau KLB. Namun, kami tetap melakukan langkah antisipasi agar tidak terjadi lonjakan yang lebih besar,” kata Edriwan.

Dari hasil pendataan yang dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu bersama kabupaten/kota, tercatat sebanyak 172 kasus suspek campak berdasarkan gejala klinis.

 

Namun demikian, Edriwan menegaskan bahwa status suspek belum dapat dipastikan sebagai kasus campak sebelum melalui pemeriksaan laboratorium.

“Suspek ini belum tentu positif campak. Oleh karena itu, kami meminta setiap daerah untuk mengirimkan spesimen guna dilakukan pemeriksaan laboratorium di fasilitas rujukan,” papar Edriwan.

Sejauh ini, baru dua daerah yang merespons cepat dengan mengirimkan sampel, yakni Kota Bengkulu dan Kabupaten Rejang Lebong.

Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu terus menginstruksikan seluruh daerah untuk meningkatkan kewaspadaan, melakukan pelacakan (tracing), serta mempercepat pengiriman sampel.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menjaga daya tahan tubuh guna mencegah penularan virus campak.

“Seperti pengalaman saat Covid-19, untuk penyakit yang disebabkan virus, kuncinya adalah meningkatkan imunitas tubuh, mengonsumsi makanan bergizi, serta menjaga aktivitas fisik,” tambah Edriwan.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved