Kasus Campak di Bengkulu
Imunisasi MR Jadi Kunci Cegah Wabah Campak di Bengkulu
Kasus campak di Bengkulu masih landai dan belum masuk KLB. Pemprov terus tingkatkan kewaspadaan serta gencarkan imunisasi MR.
Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: Hendrik Budiman
“Pastikan anak-anak mendapatkan imunisasi MR sebagai langkah pencegahan utama,” tegas Edriwan.
Selain imunisasi, masyarakat juga diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) guna meminimalkan risiko penularan.
Edriwan mengingatkan agar masyarakat lebih waspada terhadap kontak dengan penderita yang telah terkonfirmasi maupun yang menunjukkan gejala.
“Perlu dilakukan pelacakan (tracing) terhadap orang yang pernah berkontak dengan penderita. Ini penting untuk mencegah penyebaran lebih luas,” jelas Edriwan.
Baca juga: Kasus Campak di Bengkulu, Hampir 70 Persen Terjadi pada Anak yang Belum Imunisasi MR
Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu juga telah berkoordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota untuk melakukan surveilans dan penyelidikan epidemiologi secara cepat.
Masyarakat yang mengalami gejala seperti demam tinggi dan muncul ruam pada kulit diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Jika ada gejala yang mengarah ke campak, segera datang ke puskesmas. Pelayanan di puskesmas tidak dipungut biaya,” kata Edriwan.
Meskipun Bengkulu belum menetapkan status kejadian luar biasa (KLB), masyarakat diminta tidak lengah.
“Memang belum masuk kategori KLB, tetapi kita tidak boleh terlena. Edukasi dan sosialisasi harus terus dilakukan,” tutup Edriwan.
Sementara, Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu menargetkan 35.801 masyrakat di Bengkulu terima vaksin. Untuk Triwulan I baru 3.380 masyarakat yang disuntik.
19 Positif Campak
Sebanyak 19 orang di Provinsi Bengkulu positif campak, dari total 172 kasus yang suspek.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, drg Edriwan Mansyur, mengatakan dari Kota Bengkulu, sebanyak 20 sampel telah diperiksa di laboraturium dengan hasil 14 kasus yang dinyatakan positif.
Lalu, dari Kabupaten Rejang Lebong telah mengirimkan 11 sampel untuk dilakukan pemeriksaan dengan hasil 5 kasus positif.
“Kalau dari Kota Bengkulu 20 sampel yang dikirim 14 positif, lalu dari Rejang Lebong ada 11 sampel dengan hasil 5 kasus positif,” ungkap Edriwan saat diwawancarai di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Rabu (15/4/2026).
Edriwan mengatakan, masih ada beberapa Kabupaten yang belum mengirimkan sampel campak untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
| Kasus Campak di Bengkulu, Hampir 70 Persen Terjadi pada Anak yang Belum Imunisasi MR |
|
|---|
| 38 Suspek Campak di Rejang Lebong, 5 Kasus Dikonfirmasi Positif |
|
|---|
| Kasus Suspek Campak Capai 34 di Rejang Lebong, Dinkes Intensifkan Edukasi |
|
|---|
| Kasus Campak di Bengkulu Capai 19 Orang, Dinkes Belum Masuk KLB |
|
|---|
| Waspada! Kemenkes Peringatkan Lonjakan Campak 2026, Rejang Lebong Ada 26 Kasus Suspek |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Sekda-Prov-Herwan-Antoni-saat-cek-pelayanan-kesehatan-cuci-darah-RS-M-Yunus.jpg)