Sabtu, 18 April 2026

Kasus Campak di Bengkulu

Imunisasi MR Jadi Kunci Cegah Wabah Campak di Bengkulu

Kasus campak di Bengkulu masih landai dan belum masuk KLB. Pemprov terus tingkatkan kewaspadaan serta gencarkan imunisasi MR.

TribunBengkulu.com
CAMPAK - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, saat meninjau pelayanan cuci darah di Rumah Sakit M Yunus Bengkulu, Kamis (16/4/2026). Kasus campak di Bengkulu masih landai dan belum masuk KLB. Pemprov terus tingkatkan kewaspadaan serta gencarkan imunisasi MR. 

Ringkasan Berita:
  • Campak disebabkan oleh virus yang menyerang daya tahan tubuh. Oleh karena itu, peningkatan imunitas melalui imunisasi dasar lengkap, khususnya imunisasi MR (Measles-Rubella), sangat penting dilakukan.
  • Pentingnya capaian imunisasi Measles Rubella (MR) secara menyeluruh untuk mencegah potensi wabah di kemudian hari.
  • Meskipun Bengkulu belum menetapkan status kejadian luar biasa (KLB), masyarakat diminta tidak lengah.

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Pemerintah Provinsi Bengkulu memastikan kasus campak di wilayahnya masih dalam kondisi terkendali dan belum masuk kategori kejadian luar biasa (KLB).

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, mengatakan bahwa hingga saat ini tren kasus campak masih landai, sehingga belum mengarah pada situasi wabah.

“Kalau untuk antisipasi, tentu kita selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit-penyakit menular tersebut,” ungkap Herwan saat diwawancarai wartawan, di Kawasan MD Land, Kota Bengkulu, Sabtu (18/4/2026).

Upaya pengawasan terus dilakukan melalui sistem surveilans yang melibatkan laporan dari kabupaten dan kota di Bengkulu.

“Pasti ada surveilans yang dilakukan, ada data-data laporan dari kabupaten/kota terkait kasus tersebut. Saat ini kasusnya belum mengarah ke KLB, tetapi tetap kita pantau di masyarakat,” jelas Herwan.

Selama kasus masih terkendali dan tidak terjadi lonjakan signifikan, program pencegahan seperti imunisasi tetap menjadi langkah utama.

“Kalau kasusnya terkendali, tidak ada kejadian wabah atau KLB, maka program tetap dilanjutkan, yaitu imunisasi campak,” kata Herwan.

Pentingnya capaian imunisasi Measles Rubella (MR) secara menyeluruh untuk mencegah potensi wabah di kemudian hari.

“Kalau capaian imunisasi MR sudah mencapai 100 persen, mudah-mudahan tidak terjadi wabah atau peningkatan kasus campak,” tutup Herwan.

70 Persen Anak Belum Imunisasi MR

Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus campak yang mulai dilaporkan di sejumlah wilayah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, drg. Edriwan Mansyur, menyebutkan bahwa imunisasi menjadi langkah utama dalam mencegah penyebaran penyakit tersebut.

“Imunisasi merupakan salah satu upaya untuk mengatasi atau mengeliminasi kasus campak. Dari data yang kami terima, hampir 70 persen kasus terjadi pada anak yang belum mendapatkan imunisasi,” ungkap Edriwan saat diwawancarai TribunBengkulu.com di Kantor Dinkes Provinsi Bengkulu, Jumat (17/4/2026).

Campak disebabkan oleh virus yang menyerang daya tahan tubuh. Oleh karena itu, peningkatan imunitas melalui imunisasi dasar lengkap, khususnya imunisasi MR (Measles-Rubella), sangat penting dilakukan.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved