Gajah Mati di Mukomuko
BKSDA Selidiki Penyebab Kematian Induk dan Anak Gajah di Mukomuko, Turunkan Tim dan Dokter Hewan
BKSDA menurunkan tim gabungan dan dokter hewan untuk menyelidiki kematian induk dan anak gajah di Mukomuko, Sabtu (2/5/2026).
Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: Ricky Jenihansen
Sebelumnya, Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, mengungkapkan populasi gajah sumatera di Bentang Sebelat saat ini diperkirakan hanya tersisa 25 ekor.
Populasi itu tersebar di sejumlah kawasan hutan produksi dan hutan produksi terbatas di Mukomuko.
Menurut Rohmat, jalur jelajah gajah di Bentang Sebelat mulai terputus akibat maraknya pembukaan lahan sawit di kawasan hutan.
Meski demikian, pemerintah masih menemukan keberadaan anak gajah yang menandakan satwa tersebut masih berkembang biak di alam liar.
Pemerintah pusat, kata dia, telah memberikan perhatian serius terhadap penyelamatan habitat gajah sumatera di Bengkulu.
Upaya pengamanan kawasan hutan yang menjadi kantong habitat gajah terus dilakukan untuk mencegah kepunahan satwa dilindungi tersebut.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Tim-gabungan-dan-dokter-hewan-saat-memeriksa-gajah-yang-mati.jpg)