Berita Bengkulu
Capaian UHC Bengkulu Nyaris 100 Persen, DJPb Soroti Validitas Data dan Tunggakan Iuran
DJPb Bengkulu soroti iuran BPJS, akurasi data PBI, dan sinergi APBD-APBN demi jaminan kesehatan berkelanjutan.
Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: Hendrik Budiman
Ringkasan Berita:
- Dalam kegiatan Rekonsiliasi Iuran dan Peserta BPJS Kesehatan serta Monitoring Evaluasi PBI Triwulan I Tahun 2026, Selasa (5/5/2026), di Bengkulu.
- Selain iuran, pentingnya akurasi data Penerima Bantuan Iuran (PBI).
- Meski capaian Universal Health Coverage (UHC) Bengkulu sudah mencapai 99,98 persen, ia mengingatkan masih ada potensi ketidaktepatan data.
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu menegaskan pentingnya sinkronisasi fiskal, akurasi data, dan kepatuhan pembayaran iuran dalam menjaga keberlanjutan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Hal itu disampaikan Kepala Kanwil DJPb Bengkulu, Mohamad Irfan Surya Wardana dalam rekonsiliasi iuran dan peserta dari berbagai segmen, seperti PNS daerah, PPPK, DPRD, PBPU Pemda, hingga aparatur desa, sekaligus monitoring dan evaluasi pengusulan PBI Jaminan Kesehatan (PBI JK) Triwulan I Tahun 2026 se-Provinsi Bengkulu.
Kegiatan dilaksanakan di Hotel Nala Sea Seed, Kota Bengkulu yang dihadiri setiap perwakilan dari Pemerintah Daerah di Bengkulu.
Mohamad Irfan Surya Wardana, dalam kegiatan Rekonsiliasi Iuran dan Peserta BPJS Kesehatan serta Monitoring Evaluasi PBI Triwulan I Tahun 2026, Selasa (5/5/2026), di Bengkulu.
Menurut Irfan, forum tersebut bukan sekadar agenda administratif, melainkan momentum strategis untuk memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi daerah.
“Program JKN tidak akan berjalan optimal tanpa sinkronisasi kebijakan fiskal pusat dan daerah, akurasi data, serta kepatuhan seluruh pemerintah daerah,” ujar Irfan saat ditanya wartawan, Selasa (5/5/2026).
Ekonomi Bengkulu Tumbuh, APBN Jadi Penopang
Irfan memaparkan, hingga 30 April 2026, kinerja APBN di Bengkulu menunjukkan tren positif.
Realisasi pendapatan negara mencapai Rp752,68 miliar atau tumbuh 20,13 persen secara tahunan (year-on-year).
Sementara belanja negara tercatat Rp4,69 triliun, meningkat 6,5 persen.
Baca juga: Eks Dirut PDAM Bengkulu Dituntut 8 Tahun, Kasus Korupsi PHL Rugikan Negara Miliaran
Menurutnya, belanja negara berperan sebagai shock absorber sekaligus pendorong ekonomi daerah, termasuk melalui sektor kesehatan.
“Belanja kesehatan bukan sekadar pengeluaran, tetapi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” tegasnya.
Tunggakan Iuran BPJS Bisa Berdampak Luas
Irfan menyoroti masih adanya potensi keterlambatan pembayaran iuran BPJS oleh pemerintah daerah.
Ia menegaskan, kondisi tersebut berisiko serius, mulai dari denda hingga pembekuan status kepesertaan.
Berita Bengkulu Terpopuler
berita bengkulu terbaru
berita bengkulu hari ini
berita bengkulu terupdate
Berita Bengkulu
| Status Lahan Destinasi Wisata di Bengkulu Tengah Ditelusuri, Pemkab Kejar Peningkatan PAD |
|
|---|
| Masalah Sampah Jadi Sorotan, Desa di Karang Tinggi Bengkulu Tengah Terima Bantuan 50 Tempat Sampah |
|
|---|
| Program Pemutihan Pajak Bengkulu Selatan Berlaku hingga 31 Agustus 2026 |
|
|---|
| Sempat Dikira Hilang, Pelajar di Tengah Padang Bengkulu Ditemukan di Dasar Sumur |
|
|---|
| BPJS Kesehatan Bengkulu Mulai Data Relawan SPPG, Siap Daftarkan Untuk Kepesertaan JKN |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/DJPb-Bengkulu-ingatkan-penting-nya-iuran-bpjs-kesehatan.jpg)