Berita Bengkulu
Aksi Demo Nelayan Malabero Bengkulu Imbas BBM dan 2 Orang Ditahan
Empat hari tak melaut, Edi nelayan Malabero bingung beli seragam sekolah anak hingga uang jajan pun tak ada.
Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: Hendrik Budiman
Edi mengatakan dirinya memiliki delapan anak. Sebagian sudah bekerja, namun masih ada yang duduk di bangku SD dan SMP.
Dalam kondisi tidak melaut, ia mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk uang jajan anak sekolah.
“Kalau tidak melaut, kami cuma bisa memikirkan apa yang dimakan di rumah. Kadang terpaksa berutang kalau ada yang mau memberi pinjaman,” ujarnya.
Menurut Edi, penghasilan nelayan tradisional tidak menentu. Bahkan, dalam kondisi normal sekalipun, hasil melaut terkadang hanya cukup untuk kebutuhan harian.
“Sekarang nelayan itu rezekinya seperti harimau, kadang dapat kadang tidak. Ada kalanya kami cuma bawa pulang Rp35 ribu sampai Rp50 ribu,” ungkapnya.
Ia menegaskan, anggapan nelayan selalu memperoleh penghasilan besar tidak sepenuhnya benar.
“Orang pikir nelayan sekali melaut bisa dapat Rp2 juta. Padahal kadang minyak saja tidak kembali modal,” katanya.
| Sempat Ricuh, Aksi Nelayan Malabero Berujung Reda Usai Dimediasi Polisi |
|
|---|
| Nelayan Malabero Bengkulu Keluhkan Penyitaan Solar, Sebut Dipakai Khusus Melaut |
|
|---|
| Santri Pondok Tahfidz Al-Quraniyah Bengkulu Selatan Jadi Hafidz 30 Juz |
|
|---|
| BKN Buka Suara soal Heboh Jawaban Berubah saat Tes CAT Koperasi Merah Putih |
|
|---|
| Peserta Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih Keluhkan Jawaban CAT Berubah Sendiri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Kolase-foto-nelayan-tradisional-Bengkulu.jpg)