Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Bengkulu

Aksi Demo Nelayan Malabero Bengkulu Imbas BBM dan 2 Orang Ditahan

Empat hari tak melaut, Edi nelayan Malabero bingung beli seragam sekolah anak hingga uang jajan pun tak ada.

Tayang:
Panji Destama/TribunBengkulu.com/Muhammad Panji Destama Nurhadi
NELAYAN - Kolase Edi 51 Tahun saat diwawancarai wartawan dan aksi nelayan tradisional malabero Kota Bengkulu, Jumat (8/5/2026). Empat hari tak melaut, Edi nelayan Malabero bingung beli seragam sekolah anak hingga uang jajan pun tak ada. 


Untuk sekali melaut, satu kapal membutuhkan sekitar 60 liter BBM. Sementara kapal dengan dua mesin bisa menghabiskan hingga 80 liter per perjalanan.

 


Di tengah kondisi sulit itu, Edi berharap pemerintah memperhatikan nasib nelayan tradisional yang sepenuhnya bergantung pada laut sebagai sumber penghasilan.

 


“Kami ini tidak punya pekerjaan lain. Dari nenek moyang memang nelayan. Kami hanya ingin pemerintah memikirkan bagaimana nasib kami ke depan,” ujarnya.

 


Edi juga menjelaskan, selama ini nelayan membeli BBM dengan harga Rp8 ribu per liter dari pengecer yang mengambil minyak dari agen.

 


Menurutnya, harga tersebut sudah menyesuaikan biaya transportasi dan operasional distribusi.

 


“Kalau memang pemerintah mau, buatkan saja agen resmi dekat sini supaya nelayan bisa ambil langsung,” katanya.

 


Ia menambahkan, selama bertahun-tahun pola distribusi BBM tersebut berjalan tanpa persoalan.

 


Namun kini, polemik yang terjadi membuat aktivitas melaut terganggu dan berdampak langsung terhadap ekonomi nelayan.

 


“Hilang mata pencarian kami. Empat hari tidak melaut itu sangat terasa bagi keluarga nelayan,” tutup Edi.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved