Berita Bengkulu
Aksi Demo Nelayan Malabero Bengkulu Imbas BBM dan 2 Orang Ditahan
Empat hari tak melaut, Edi nelayan Malabero bingung beli seragam sekolah anak hingga uang jajan pun tak ada.
Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: Hendrik Budiman
Untuk sekali melaut, satu kapal membutuhkan sekitar 60 liter BBM. Sementara kapal dengan dua mesin bisa menghabiskan hingga 80 liter per perjalanan.
Di tengah kondisi sulit itu, Edi berharap pemerintah memperhatikan nasib nelayan tradisional yang sepenuhnya bergantung pada laut sebagai sumber penghasilan.
“Kami ini tidak punya pekerjaan lain. Dari nenek moyang memang nelayan. Kami hanya ingin pemerintah memikirkan bagaimana nasib kami ke depan,” ujarnya.
Edi juga menjelaskan, selama ini nelayan membeli BBM dengan harga Rp8 ribu per liter dari pengecer yang mengambil minyak dari agen.
Menurutnya, harga tersebut sudah menyesuaikan biaya transportasi dan operasional distribusi.
“Kalau memang pemerintah mau, buatkan saja agen resmi dekat sini supaya nelayan bisa ambil langsung,” katanya.
Ia menambahkan, selama bertahun-tahun pola distribusi BBM tersebut berjalan tanpa persoalan.
Namun kini, polemik yang terjadi membuat aktivitas melaut terganggu dan berdampak langsung terhadap ekonomi nelayan.
“Hilang mata pencarian kami. Empat hari tidak melaut itu sangat terasa bagi keluarga nelayan,” tutup Edi.
| Sempat Ricuh, Aksi Nelayan Malabero Berujung Reda Usai Dimediasi Polisi |
|
|---|
| Nelayan Malabero Bengkulu Keluhkan Penyitaan Solar, Sebut Dipakai Khusus Melaut |
|
|---|
| Santri Pondok Tahfidz Al-Quraniyah Bengkulu Selatan Jadi Hafidz 30 Juz |
|
|---|
| BKN Buka Suara soal Heboh Jawaban Berubah saat Tes CAT Koperasi Merah Putih |
|
|---|
| Peserta Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih Keluhkan Jawaban CAT Berubah Sendiri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Kolase-foto-nelayan-tradisional-Bengkulu.jpg)