Demo Mahasiswa Bengkulu

Demo Kenaikan Tunjangan DPR-Kasus Affan di Bengkulu: 7 Mahasiswa Diamankan, Puluhan Luka-luka

Sebanyak tujuh mahasiswa diamankan saat demo kenaikan tunjangan DPR hingga kasus Affan Kurniawan.

Penulis: Beta Misutra | Editor: Yunike Karolina
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
DEMO DI BENGKULU - Kolase foto demo tolak kenaikan tunjangan DPR RI hingga kasus Affan Kurniawan (driver ojol tewas dilindas Barracuda Brimob Polda Metro Jaya), di DPRD Provinsi Bengkulu, Jumat (29/8/2025). Sebanyak tujuh mahasiswa diamankan polisi pada aksi demo di Bengkulu hari ini. 

4.Mendesak DPR dan Pemerintah untuk segera mengesahkan dan menyelesaikan pembahasan RUU perampasan Aset sebagai langkah strategis dan nyata dalam memperkuat pemberantasan korupsi.

5. Mendesak Presiden Republik Indonesia untuk segera mencabut Inpres nomor 1 tahun 2025 tentang efisiensi anggaran, karena kebijakan tersebut berdampak negatif pada sektor yang menyangkut kesejahteraan rakyat.

6.Menuntut Pemerintah untuk meninjau dan memperhitungkan dampak ekonomi dan sosial sebelum menetapkan kenaikan pajak di berbagai sektor.

7. Menuntut Presiden dan DPR Republik Indonesia untuk segera melakukan reformasi kelembagaan Kepolisian Negara Republik Indonesia, mengingat tindakan represif aparat yang menciderai hak konstitusional rakyat.

8. Mendesak Presiden Republik Indonesia untuk menghentikan praktik rangkap jabatan oleh Menteri maupun Wakil Menteri, karena praktik tersebut berpotensi menimbulkan konflik kepentingan yang kepentingan publik.

Demo DPR2988
Penampakan bendera One Piece, kepala banteng hitam serial anime Black Clover hingga hokage berpeci hitam berdiri gagah di tengah asap saat demo di DPRD Provinsi Bengkulu, Jumat siang (29/8/2025).

Penampakan Curi Perhatian

Penampakan bendera One Piece, kepala banteng hitam serial anime Black Clover hingga hokage berpeci hitam berdiri gagah di tengah asap saat demo di DPRD Provinsi Bengkulu, Jumat siang (29/8/2025), curi perhatian.

Penampakan hal tak biasa ini langsung mencuri perhatian banyak orang. Di tengah orasi lantang dan kepulan asap, simbol-simbol pop culture Jepang itu menjelma sebagai medium ekspresi para demonstran muda.

Bukan sekadar hiasan, simbol anime itu dijadikan metafora perlawanan, perwakilan semangat keadilan, serta kritik terhadap sistem yang dianggap pincang.

Bendera bajak laut dari One Piece berkibar tinggi, seolah mewakili tekad mereka untuk “menantang arus” dan melawan ketidakadilan, seperti kru Topi Jerami melawan kekuasaan otoriter.

Sementara logo kepala banteng hitam dari Black Clover, yang terkenal sebagai simbol kelompok penyendiri dan tak dianggap, mencerminkan keresahan kaum muda yang merasa tersisih dari kebijakan-kebijakan pemerintah.

Tak kalah mencolok, seorang demonstran mengenakan jubah Hokage lengkap dengan peci hitam, berdiri gagah di atas pagar Gedung DPRD Provinsi Bengkulu.

Musik dari band Sukatani juga sempat meramaikan aksi demo mahasiswa dan driver ojol dengan membawa sejumlah tuntutan.

Mengalun di awal aksi, semakin membakar semangat para demonstran yang memadati area depan gedung DPRD Provinsi Bengkulu.

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved