Jumat, 5 Juni 2026

SMAN 5 Bengkulu Keluarkan Siswa

Nasib Siswa SMAN 5 Bengkulu Pilih Bertahan Belajar di Perpustakaan Tanpa Guru Imbas Polemik SPMB

Siswa bahkan belajar secara mandiri di ruang perpustakaan maupun kantin karena tidak memiliki kelas tetap.

Tayang:
Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Hendrik Budiman
HO TribunBengkulu.com/Istimewa
POLEMIK SMAN 5 - Belasan siswa SMA Negeri 5 Kota Bengkulu, mendatangi Kantor Ombudsman RI Perwakilan Bengkulu, Senin (15/9/2025) lalu. Nasib 12 siswa SMA Negeri 5 Kota Bengkulu yang terdampak kebijakan pemindahan sekolah tetap ngotot bertahan, pada Rabu (24/9/2025). 

TRIBUNBENGKULU.COM - Nasib 12 siswa SMA Negeri 5 Kota Bengkulu yang terdampak kebijakan pemindahan sekolah tetap ngotot bertahan, pada Rabu (24/9/2025).

Siswa bahkan belajar secara mandiri di ruang perpustakaan maupun kantin karena tidak memiliki kelas tetap.

Wali murid mengaku kecewa terhadap solusi pemindahan sekolah yang ditawarkan pemerintah, menekankan bahwa penambahan kuota adalah cara yang lebih tepat agar anak-anak tetap bisa belajar tanpa harus mengorbankan mental mereka.

"Anak-anak tidak mau dipindahkan. Mereka tetap ingin belajar di SMA 5. Sedih hati kami sebagai orang tua," kata seorang wali murid, Rabu (24/9/2025).

Dirinya menambahkan, ia kecewa dengan solusi pemindahan sementara yang ditawarkan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan. 

Menurutnya, pemindahan bukanlah jalan keluar, justru membuat anak-anak semakin tertekan.

"Kalau memang pindah itu solusi, dari dulu pun bisa. Tapi ini bukan solusi, yang benar itu ditambah kuota agar anak-anak kami bisa tetap sekolah di sini tanpa harus mengorbankan mental mereka," ujarnya.

Ia menuturkan, anak-anaknya kini tidak memiliki kelas tetap. 

Bahkan ada yang harus belajar di kantin sekolah.

Baca juga: Breaking News: Polemik SPMB SMAN 5 Kota Bengkulu, Gubernur Helmi Berhentikan Kepsek dan Operator

Soal penambahan kuota, lanjutnya, Komisi X DPR RI sudah menyatakan kesediaan membantu menjembatani persoalan ini ke Kementerian Pendidikan, agar jumlah penerimaan siswa dapat ditambah.

"Ini soal hati nurani. Kami tidak ingin ada anak-anak lain yang mengalami nasib sama, menangis seperti anak-anak kami. Kami hanya ingin ada penambahan kuota, biarlah yang curang masuk, tapi jangan anak-anak kami yang dikorbankan," paparnya.

Kuasa hukum siswa, Hartanto, menegaskan bahwa para orang tua dan siswa tidak ingin pindah sekolah.

Terkait aktivitas belajar, Hartanto menyebut kondisi para siswa memang tidak menentu.

"Masih, mereka ngak mau pindah. Ada guru yang membolehkan akan masuk, ada yang ngak," katanya.

Menurutnya, langkah ini diambil karena orang tua bersikeras memperjuangkan hak anak mereka yang sejak awal merasa telah diterima sebagai siswa SMAN 5 Kota Bengkulu.

"Kami juga sudah bersurat ke Dinas, perihal permintaan penambahan kuota untuk anak-anak ini," tutupnya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved