Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Bengkulu

BPS: Jengkol dan Bawang Merah Jadi Penyebab Inflasi Bengkulu Pada Maret 2026

Jengkol jadi salah satu penyumbang inflasi Bengkulu Maret 2026. Meski begitu, inflasi tetap terkendali di angka 0,28 persen.

Tayang:
TribunBengkulu.com/Muhammad Panji Destama Nurhadi
BPS - Konfrensi Pers BPS Bengkulu soal Inflasi di Aula Rafflesia BPS Bengkulu, Rabu (1/4/2026). Jengkol jadi salah satu penyumbang inflasi Bengkulu Maret 2026. Meski begitu, inflasi tetap terkendali di angka 0,28 persen. 

“Fenomena menjelang hari raya, beberapa harga komoditas seperti cabai justru melandai. Artinya stok tersedia dan tidak terjadi kelangkaan,” tambah Win.

Menariknya, komoditas emas yang biasanya mengalami kenaikan harga, pada Maret 2026 justru mengalami penurunan cukup signifikan.

Efek Basis Rendah dan Proyeksi Inflasi

Win Rizal juga menyinggung adanya efek basis rendah (low base effect) yang masih memengaruhi inflasi tahunan.

Menurutnya, hal ini terjadi akibat adanya diskon tarif listrik sebesar 50 persen pada awal tahun sebelumnya, yang kemudian kembali normal pada Maret 2026.

“Efek basis rendah ini menyebabkan inflasi tahunan terlihat lebih tinggi, bukan karena gejolak harga saat ini, tetapi karena perbandingan dengan periode sebelumnya yang lebih rendah,” jelas Win.

Ia optimistis, setelah Hari Raya Idulfitri, harga-harga komoditas akan kembali normal dan inflasi dapat terus ditekan.

“Setelah Lebaran, kami perkirakan akan terjadi normalisasi harga dan inflasi bisa tetap terjaga,” tutup Win.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved