Selasa, 14 April 2026

Berita Bengkulu

BPS: Jengkol dan Bawang Merah Jadi Penyebab Inflasi Bengkulu Pada Maret 2026

Jengkol jadi salah satu penyumbang inflasi Bengkulu Maret 2026. Meski begitu, inflasi tetap terkendali di angka 0,28 persen.

TribunBengkulu.com/Muhammad Panji Destama Nurhadi
BPS - Konfrensi Pers BPS Bengkulu soal Inflasi di Aula Rafflesia BPS Bengkulu, Rabu (1/4/2026). Jengkol jadi salah satu penyumbang inflasi Bengkulu Maret 2026. Meski begitu, inflasi tetap terkendali di angka 0,28 persen. 

Ringkasan Berita:
  1. Inflasi Bengkulu Maret 2026 tercatat 0,28 persen.
  2. Inflasi tahunan berada di angka 2,85 persen.
  3. Jengkol dan bawang merah jadi penyumbang inflasi.
  4. Harga cabai turun menjelang Lebaran.
  5. Efek basis rendah memengaruhi inflasi tahunan.

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Inflasi di Provinsi Bengkulu tetap berada dalam kondisi terkendali.

Hal itu diungkapkan BPS dalam konferensi pers di Aula Rafflesia BPS Bengkulu, Rabu (1/4/2026).

Kepala BPS Bengkulu, Win Rizal, menyebutkan inflasi pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,28 persen secara bulanan.

“Berbagai upaya pengendalian inflasi telah dilakukan oleh pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan, sehingga inflasi masih berada pada level moderat,” ungkap Win Rizal usai konferensi pers, Rabu (1/4/2026) pukul 12.48 WIB.

Secara kumulatif atau year to date (ytd), inflasi Bengkulu dari Januari hingga Maret 2026 tercatat sekitar 0,17 persen.

Sementara itu, secara tahunan atau year on year (yoy), inflasi berada di angka 2,85 persen, yang masih berada dalam target nasional sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen.

Komoditas Penyumbang Inflasi

Win Rizal menjelaskan, salah satu komoditas yang menjadi penyumbang inflasi pada Maret 2026 adalah jengkol.

Selain jengkol, beberapa komoditas lain seperti bawang merah juga sempat mengalami kenaikan harga, meskipun tidak signifikan.

“Komoditas seperti jengkol turut memberikan andil terhadap inflasi. Namun, secara umum kondisi masih terkendali,” jelas Win.

Pergerakan Harga Komoditas

Di sisi lain, sejumlah komoditas hortikultura seperti cabai justru mengalami penurunan harga menjelang Lebaran.

Hal ini menunjukkan ketersediaan stok yang cukup di pasaran.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved