Banjir di Bengkulu
Banjir dan Longsor Terjang 6 Daerah di Bengkulu, Helmi Hasan Minta Bantuan Tak Terputus
Cuaca ekstrem picu banjir dan longsor di Bengkulu, Gubernur Helmi Hasan instruksikan bantuan korban terus disalurkan tanpa henti.
Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: Yuni Astuti
Ringkasan Berita:
- Update soal banjir di wilayah Bengkulu, hari ini Selasa (7/4/2026).
- Kabupaten Lebong dilaporkan menjadi daerah dengan dampak paling parah.
- Gubernur Bengkulu meminta seluruh jajaran, terutama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), untuk memastikan kesiapan peralatan tanggap darurat, termasuk perahu karet guna mendukung evakuasi warga terdampak.
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Bengkulu memicu berbagai bencana alam, mulai dari banjir, tanah longsor hingga angin puting beliung.
Berdasarkan laporan terbaru pada Selasa (7/4/2026) pagi, bencana terjadi di sejumlah daerah, di antaranya Kabupaten Lebong, Rejang Lebong, Kepahiang, Bengkulu Tengah, Seluma, serta Kota Bengkulu. Dari beberapa wilayah tersebut, Kabupaten Lebong dilaporkan menjadi daerah dengan dampak paling parah.
Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, langsung mengambil langkah cepat dengan menggelar rapat koordinasi secara daring bersama pemerintah kabupaten/kota serta pihak terkait.
Dalam arahannya, gubernur meminta seluruh jajaran, terutama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), untuk memastikan kesiapan peralatan tanggap darurat, termasuk perahu karet guna mendukung evakuasi warga terdampak.
Ia juga menekankan agar distribusi bantuan kebutuhan pokok kepada masyarakat korban bencana tidak boleh terhenti selama masa tanggap darurat berlangsung.
“Kebutuhan pokok harus terus tersedia. Baik dari Dinas Sosial, Baznas, dapur umum, hingga sedekah nasi bungkus dari ASN harus dimaksimalkan penyalurannya,” ungkap Helmi dalam rilis Media Center Pemprov Bengkulu, Selasa (7/4/2026).
Baca juga: Bhayangkari Bengkulu Tengah Salurkan 15 Paket Sembako untuk Korban Banjir di Taba Terunjam
Selain fokus pada penanganan darurat, Helmi juga menyoroti pentingnya perbaikan sistem drainase yang dinilai menjadi salah satu penyebab meluasnya banjir.
Menurutnya, normalisasi saluran air harus dilakukan secara rutin dan tidak hanya saat terjadi bencana.
Ia mengajak masyarakat dan pemerintah daerah untuk kembali menghidupkan semangat gotong royong, seperti melalui kegiatan Jumat Bersih.
Di sisi lain, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu diminta segera menindaklanjuti kerusakan infrastruktur akibat bencana.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah informasi kerusakan jembatan di Kabupaten Seluma yang baru dibangun namun kembali terdampak banjir.
“Segera dicek dan ditangani, jangan sampai menghambat mobilitas masyarakat,” tutup Helmi.
Tak hanya itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga diminta melakukan pendataan terhadap sekolah serta siswa yang terdampak bencana.
| Gubernur Bengkulu Gerak Cepat Tangani Bencana di 6 Daerah, Minta BPBD Siaga dan Bantuan Dipercepat |
|
|---|
| Bhayangkari Bengkulu Tengah Salurkan 15 Paket Sembako untuk Korban Banjir di Taba Terunjam |
|
|---|
| Jembatan Gantung Padang Merbau Seluma Putus Diterjang Banjir, Akses Lumpuh |
|
|---|
| Dampak Banjir Fasilitas Umum-Infrastruktur Dilaporkan Rusak, Ini Lokasi 5 Posko Bencana di Lebong |
|
|---|
| Banjir dan Longsor Kepung Lebong, Akses Jalan Masih Terganggu Pengendara Diimbau Hati-hati |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Gubernur-Bengkulu-Helmi-Hasan-saat-berikan-Instruksi-soal-bantuan-untuk-korban-bencana.jpg)