Kamis, 11 Juni 2026

Harga Plastik Naik

Di Balik Gerobak Pentol Sudirman, Bertahan di Tengah Harga Plastik Naik 60 Persen

Sudirman, penjual pentol di Bengkulu, kebingungan akibat harga plastik naik hingga 60 persen, Rabu (8/4/2026).

Tayang:
TribunBengkulu.com/Muhammad Panji Destama Nurhadi
PLASTIK NAIK - Sudirman (32) saat berjualan pentol bakso di Jalan Meranti Raya, Kota Bengkulu, Rabu (8/4/2026). Sudirman, penjual pentol bakso di Bengkulu, turut terdampak kenaikan harga plastik yang cukup signifikan meski harus menerima keuntungan lebih sedikit. 

Ringkasan Berita:
  1. Sudirman berjualan pentol di Jalan Meranti Raya, Kota Bengkulu.
  2. Harga plastik naik hingga 60 persen dari Rp5.000 menjadi Rp8.000.
  3. Sudirman tetap menjual pentol Rp3.000 hingga Rp5.000.
  4. Bahan baku lain seperti ayam dan telur juga mengalami kenaikan.
  5. Pelaku UMKM menghadapi dilema menaikkan harga atau menjaga kualitas.

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Usai Shalat Ashar, Sudirman (32), seorang penjual pentol bakso di pinggir Jalan Meranti Raya, Kota Bengkulu, mulai menghidupkan sepeda motor yang telah dimodifikasi dengan gerobak jualannya.

Perjalanan sekitar 5 menit dari rumah Sudirman menuju lokasi jualan, ia mulai memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan.

Meskipun cuaca tidak mendukung, Sudirman tetap mengembangkan payung untuk jualannya.

Suara pembeli mulai meminta pentol-pentol milik Sudirman.

Ia langsung menggunakan sarung tangan plastik yang sudah disiapkannya, mengambil pentol sesuai dengan pesanan pembeli.

Meskipun pembeli hanya membeli Rp3.000 ataupun Rp5.000, Sudirman tetap menyajikan pentol bakso dalam plastik.

Dengan adanya kenaikan harga plastik ini, Sudirman harus memutar otak untuk berjualan, agar pembeli tidak merasa mahal membeli pentolnya.

Sudirman harus menerima untung yang sedikit dibandingkan sebelum harga plastik naik.

Kenaikan Harga Plastik

Sudirman mengaku kebingungan menyikapi kenaikan harga plastik hingga 60 persen ini.

Kenaikan ini dinilai tidak wajar.

“Dampaknya sangat terasa, Bang. Ini bukan sekadar naik, tapi berubah harga. Yang biasanya di angka Rp5.000, sekarang sudah jadi Rp8.000. Itu naiknya lebih dari 60 persen,” ungkap Sudirman saat ditanya TribunBengkulu.com, Rabu (8/4/2026) malam.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut membuat pelaku usaha kecil berada dalam posisi sulit.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved