Selasa, 9 Juni 2026

5 Petani di Bengkulu Selatan Ditembak

Pasca Penembakan Petani, Pemkab Bengkulu Selatan dan GTRA Telusuri Izin PT ABS

Pemkab Bengkulu Selatan bersama Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) menggelar rapat konflik antara PT ABS dan Petani.

Tayang:
Penulis: Nur Rahma Sagita | Editor: Ricky Jenihansen
NurRahmaSagita/TribunBengkulu.com
RAPAT AGRARIA – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan bersama Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) menggelar rapat membahas konflik antara PT ABS dan para petani di Ruang Rapat Sekda, Kamis (11/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  1. Pemkab Bengkulu Selatan dan GTRA menggelar rapat koordinasi untuk menelusuri legalitas dan perizinan PT ABS pasca penembakan lima petani.
  2. Rapat perdana dilaksanakan di Ruang Rapat Sekda sebagai langkah penyusunan penyelesaian konflik agraria.
  3. Tim akan menelusuri data perizinan PT ABS dan mengonfirmasi pihak perusahaan, masyarakat, serta petani.

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Pasca penembakan lima petani dalam konflik lahan dengan PT ABS, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan bersama Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) mulai menelusuri legalitas dan data perizinan perusahaan tersebut.

Rapat koordinasi perdana digelar di Ruang Rapat Sekda pada Kamis (11/12/2025) sebagai langkah awal merumuskan penyelesaian konflik agraria agar insiden serupa tidak kembali terjadi.

Asisten I Sekretariat Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Isran Kasiri, mengatakan bahwa rapat ini merupakan bagian dari perencanaan untuk menyusun permasalahan konflik agraria baik yang sudah terjadi, akan terjadi, maupun yang belum terjadi.

“Kita hari ini fokus membahas permasalahan konflik agraria yang ada di Pino Raya, sehingga nanti tim akan mencoba untuk menelusuri terhadap data-data perizinan di perusahaan PT ABS tersebut,” ujar Isran kepada TribunBengkulu.com, Kamis (11/12/2025).

Lanjut Isran, nantinya tim akan melakukan konfirmasi baik dari pihak PT ABS, masyarakat, maupun petani atas konflik yang telah terjadi.

Sehingga, tim akan bekerja untuk menyelesaikan permasalahan ini dalam waktu satu bulan seperti waktu perintah Wakapolda Bengkulu saat mengunjungi Bengkulu Selatan pasca adanya kejadian penembakan lima orang petani.

“Untuk saat ini PT ABS kita lakukan cooling down sementara menunggu program dari tim bekerja, kita akan panggil dari PT ABS dan petani untuk meminta keterangan sebelum nantinya kita akan ketemukan kedua pihak ini,” ungkap Isran.

Adapun untuk pemanggilan baik PT ABS maupun petani, karena saat ini tim yang terdiri dari Polres Bengkulu Selatan, Kodim 0408 Bengkulu Selatan, Kejari, BPN dan OPD terkait masih bekerja dan akan terus melaksanakan rapat-rapat lanjutan.

“Bakalan ada rapat lanjutan untuk pemanggilan dari konflik ini, kita harap semua tim dapat bekerja bersama-sama untuk menyelesaikan permasalahan ini, nantinya kita juga akan turun langsung ke lapangan untuk mengetahui permasalah yang ada,” kata Isran.

Penembakan Petani

Sebelumnya diberitakan, lima petani ditembak oleh aparat keamanan perusahaan sawit PT ABS pada Senin (24/11/2025).

Ketegangan bermula ketika warga meminta pihak perusahaan untuk menghentikan penggusuran lahan yang masih berstatus sengketa.

Namun, permintaan tersebut diabaikan dan pihak perusahaan tetap melanjutkan aktivitas penggusuran dengan alat berat, sehingga memicu kemarahan warga di lokasi.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved