Bencana di Sumatera
Update Banjir dan Longsor Pesisir Selatan: 3 Desa Masih Terisolir, Bantuan Udara BNPB Segera Masuk
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, masih menyisakan dampak besar, Rabu (3/12/2025).
Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Yunike Karolina
Ringkasan Berita:
- Update banjir dan longsor Pesisir Selatan Sumbar: 3 desa masih terisolir
- Ribuan warga masih membutuhkan bantuan, terutama di tiga desa yang hingga kini terisolir
- Jumlah pengungsi di Pesisir Selatan mencapai 83.463 jiwa
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya
TRIBUNBENGKULU.COM, PESISIR SELATAN – Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, masih menyisakan dampak besar.
Meski debit air di sejumlah titik mulai surut, ribuan warga masih membutuhkan bantuan, terutama di tiga desa yang hingga kini terisolir.
Berdasarkan data terbaru BPBD Provinsi Sumbar, jumlah pengungsi di Pesisir Selatan mencapai 83.463 jiwa.
Angka tersebut menjadikan kabupaten ini sebagai daerah dengan jumlah pengungsi terbesar di Sumbar.
Secara keseluruhan, bencana hidrometeorologi yang menerjang berbagai wilayah di provinsi itu menimbulkan kerugian material mencapai Rp108 miliar hingga Rp147,6 miliar, meliputi kerusakan infrastruktur, lahan pertanian, hingga rumah warga.
Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan resmi memperpanjang status tanggap darurat hingga 10 Desember 2025, setelah ditetapkan sejak 24 November lalu.
Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim, mengatakan fokus pemerintah saat ini adalah pemenuhan kebutuhan dasar warga.
“Banjir sudah mulai surut. Sekarang kami berupaya memenuhi kebutuhan pokok masyarakat seperti sembako, dapur umum, dan layanan kesehatan,” ujar Risnaldi, Selasa (2/12/2025).
Ia menyebutkan, dari 15 kecamatan di Pesisir Selatan, 9 kecamatan terdampak banjir dan longsor.
Tiga desa yang masih terisolir berada di Kecamatan Bayang Utara, yaitu Muaro Aie, Pancung Taba, dan Limau Gadang, dengan total penduduk sekitar 4.000 jiwa.
“Saya sudah turun langsung ke dua desa. Satu desa lagi, Limau Gadang, masih belum bisa diakses. Namun relawan mulai masuk ke sana hari ini,” katanya.
Pemkab Pesisir Selatan juga telah berkoordinasi dengan BNPB dan BPBD Provinsi Sumbar untuk percepatan suplai bantuan.
“Kita sudah koordinasi dengan BNPB. Insyaallah bantuan udara menggunakan helikopter akan segera dikirim. Selain sembako, kita juga mengirim genset, selimut, dan kebutuhan darurat lainnya,” jelas Risnaldi.
BNPB per 2 Desember 2025 memastikan bantuan udara mulai masuk ke daerah terdampak.
Sumut banjir dan longsor
Sumbar Banjir dan longsor
Bencana di Sumatera
Banjir Sumatera
Banjir di Sumbar
pesisir selatan
Banjir
longsor
| Soal Bantuan Luar Negeri Untuk Bencana Sumatera, Ketua DPD Sultan: Presiden Tegaskan Masih Sanggup |
|
|---|
| Rumah Warga Hancur Diterjang Sungai Batang Anai, Gubernur Bengkulu Turun Langsung Berikan Bantuan |
|
|---|
| Klarifikasi Bobby Nasution Lempar Bantuan dari Helikopter: Khawatir Masyarakat Kena Baling-Baling |
|
|---|
| Murka Prabowo Soal Bupati Aceh Selatan Pilih Umrah Tinggalkan Korban Banjir: Copot Langsung |
|
|---|
| Kepahiang Targetkan Kumpulkan Rp200 Juta, Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Banjir-dan-Longsor-di-Pesisir-Selatan-Tiga-Desa-Masih-Terisolir-Bantuan-Udara-BNPB-Segera-Masuk.jpg)