Jumat, 5 Juni 2026

Bencana di Sumatera

Update Banjir dan Longsor Pesisir Selatan: 3 Desa Masih Terisolir, Bantuan Udara BNPB Segera Masuk

Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, masih menyisakan dampak besar, Rabu (3/12/2025).

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Yunike Karolina
Suryadi Jaya/TribunBengkulu.com
BANJIR SUMBAR - Kondisi ruas jalan provinsi di Desa Koto Ranah Kecamatan Bayang Utara Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumbar yang terputus, Selasa (2/12/2025). Data terbaru BPBD Provinsi Sumbar, jumlah pengungsi di Pesisir Selatan mencapai 83.463 jiwa. 

Ringkasan Berita:
  • Update banjir dan longsor Pesisir Selatan Sumbar: 3 desa masih terisolir
  • Ribuan warga masih membutuhkan bantuan, terutama di tiga desa yang hingga kini terisolir
  • Jumlah pengungsi di Pesisir Selatan mencapai 83.463 jiwa

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, PESISIR SELATAN – Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, masih menyisakan dampak besar.

Meski debit air di sejumlah titik mulai surut, ribuan warga masih membutuhkan bantuan, terutama di tiga desa yang hingga kini terisolir.

Berdasarkan data terbaru BPBD Provinsi Sumbar, jumlah pengungsi di Pesisir Selatan mencapai 83.463 jiwa.

Angka tersebut menjadikan kabupaten ini sebagai daerah dengan jumlah pengungsi terbesar di Sumbar.

Secara keseluruhan, bencana hidrometeorologi yang menerjang berbagai wilayah di provinsi itu menimbulkan kerugian material mencapai Rp108 miliar hingga Rp147,6 miliar, meliputi kerusakan infrastruktur, lahan pertanian, hingga rumah warga.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan resmi memperpanjang status tanggap darurat hingga 10 Desember 2025, setelah ditetapkan sejak 24 November lalu.

Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim, mengatakan fokus pemerintah saat ini adalah pemenuhan kebutuhan dasar warga.

“Banjir sudah mulai surut. Sekarang kami berupaya memenuhi kebutuhan pokok masyarakat seperti sembako, dapur umum, dan layanan kesehatan,” ujar Risnaldi, Selasa (2/12/2025).

Ia menyebutkan, dari 15 kecamatan di Pesisir Selatan, 9 kecamatan terdampak banjir dan longsor.

Tiga desa yang masih terisolir berada di Kecamatan Bayang Utara, yaitu Muaro Aie, Pancung Taba, dan Limau Gadang, dengan total penduduk sekitar 4.000 jiwa.

“Saya sudah turun langsung ke dua desa. Satu desa lagi, Limau Gadang, masih belum bisa diakses. Namun relawan mulai masuk ke sana hari ini,” katanya.

Pemkab Pesisir Selatan juga telah berkoordinasi dengan BNPB dan BPBD Provinsi Sumbar untuk percepatan suplai bantuan.

“Kita sudah koordinasi dengan BNPB. Insyaallah bantuan udara menggunakan helikopter akan segera dikirim. Selain sembako, kita juga mengirim genset, selimut, dan kebutuhan darurat lainnya,” jelas Risnaldi.

BNPB per 2 Desember 2025 memastikan bantuan udara mulai masuk ke daerah terdampak.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved