Berita Kepahiang
Harga Plastik dan Gas Naik, Usaha Jasa Roasting Kopi di Kepahiang Tertekan
Pelaku usaha roasting kopi di Kepahiang mengeluhkan kenaikan harga plastik kemasan dan gas di tengah biaya produksi yang meningkat.
Penulis: Bima Kurniawan | Editor: Ricky Jenihansen
Ringkasan Berita:
- Usaha roasting kopi di Kepahiang menghadapi kenaikan biaya produksi.
- Tarif roasting kopi dipatok Rp10 ribu per kilogram.
- Dalam sehari roasting kopi bisa mencapai 10 hingga 15 kilogram.
- Harga plastik kemasan naik hingga dua kali lipat.
- Pelaku usaha berharap harga bahan produksi kembali stabil.
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan
TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Di tengah harga kopi yang mulai stabil di tingkat petani, pelaku usaha pengolahan kopi di Kabupaten Kepahiang masih menghadapi tantangan berupa meningkatnya biaya produksi.
Salah satunya dirasakan usaha roasting Kopi Cendikia yang berada di Desa Pagar Gunung, Kabupaten Kepahiang.
Pemilik usaha Roasting Kopi Cendikia, Ari Ando (40), mengatakan minat masyarakat untuk melakukan roasting kopi masih cukup baik dan relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Ari, jasa roasting yang dikelolanya mematok tarif Rp 10 ribu per kilogram.
Dengan biaya tersebut, pelanggan sudah menerima kopi dalam bentuk bubuk yang siap dikonsumsi.
"Biaya sekali roasting itu Rp 10.000 per kilogramnya, sudah langsung terima bubuk," ucap Ari.
Ia menjelaskan, proses roasting membutuhkan waktu sekitar satu jam hingga kopi selesai diolah dan siap digiling menjadi bubuk.
"Dalam sekali roasting estimasi waktu yang diperlukan itu satu jam sampai dengan selesai," kata Ari.
Usaha roasting yang dikelolanya beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 WIB hingga 17.00 WIB.
Pada hari-hari ramai, jumlah kopi yang diroasting bisa mencapai 10 hingga 15 kilogram per hari.
"Iya, kita buka setiap hari dari jam 09.00 sampai 17.00 WIB. Dalam sehari kalau lagi ramai bisa 10 sampai 15 kilogram roasting," jelas Ari.
Ari menuturkan, penggunaan mesin roasting modern menjadi salah satu keunggulan usahanya.
Mesin tersebut dinilai mampu menghasilkan tingkat kematangan kopi yang lebih merata karena suhu dapat diatur sesuai kebutuhan.
| 15 Pelajar SMP di Kepahiang Terancam Putus Sekolah Akibat Tak Ikuti TKA |
|
|---|
| Harga Kopi di Kepahiang Mulai Stabil, Pasokan dari Petani Kembali Meningkat |
|
|---|
| Revitalisasi Taman Santoso Kepahiang, Bakal Dibangun Gerai UMKM dan Tempat Olahraga |
|
|---|
| Dampak Perang Iran, Harga Plastik di Kepahiang Masih Tinggi dan Daya Beli Menurun |
|
|---|
| 3.666 NIB Pelaku Usaha di Kepahiang Terbit di Triwulan I 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/USAHA-ROASTING-KEPAHIANG.jpg)