Kamis, 30 April 2026

Koperasi Merah Putih Bengkulu

Koperasi Merah Putih di Kepahiang Tak Akan Buka Usaha Simpan Pinjam, Pengurus: Takut Dikejar Parang

Koperasi Merah Putih Kepahiang tak akan buka simpan pinjam, pengurus khawatir risiko tinggi dan konflik dengan masyarakat penunggak.

Tayang:
Penulis: Romi Juniandra | Editor: Ricky Jenihansen
Romi Juniandra/TribunBengkulu.com/Romi Juniandra
KOPDES MERAH PUTIH - Kades Babakan Bogor, Kepahiang, Provinsi Bengkulu, Giran pada Kamis (4/12/2025). Dia mengatakan usaha simpan pinjam tidak akan dilakukan di kopdes merah putih, antisipasi resiko keuangan masyarakat. 

Ringkasan Berita:
  1. Koperasi Merah Putih di Kepahiang kemungkinan tidak akan membuka usaha simpan pinjam.
  2. Kepala Desa Babakan Bogor, Giran, menyatakan simpan pinjam belum diizinkan karena risiko keuangan masih tinggi.
  3. Unit usaha yang diperbolehkan meliputi apotik, sembako, gas elpiji, dan usaha lainnya.

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG – Usaha simpan pinjam di koperasi desa (kopdes) Merah Putih di Kepahiang, Bengkulu kemungkinan tidak akan diteruskan.

Kepala Desa Babakan Bogor, Giran, mengatakan bahwa dari bimbingan teknis yang didapatkan, usaha simpan pinjam memang tidak diizinkan.

Unit usaha yang diperbolehkan antara lain usaha apotik, barang harian seperti sembako dan gas elpiji, serta usaha lainnya.

"Kayaknya sudah lengkap semua nanti, yang kita dirikan," kata Giran kepada TribunBengkulu.com, Kamis (4/12/2025) pukul 13.28 WIB.

Sementara itu, untuk simpan pinjam kepada masyarakat memang belum dimungkinkan.

Giran menambahkan, risiko keuangan simpan pinjam dinilai masih tinggi, terutama dengan literasi keuangan masyarakat yang masih terbatas.

"Jadi, kita meminimalkan risiko ke masyarakat, risiko kredit macet dan sebagainya. Dengan tidak adanya simpan pinjam, risiko itu kita hilangkan," ujar Giran.

Seperti diberitakan sebelumnya, para kepala desa di Kepahiang mengakui sedikit takut dan khawatir dengan program simpan pinjam di koperasi Merah Putih.

Para kades ini khawatir jika nantinya ada tunggakan masyarakat, pihak koperasi akan kesulitan menagih.

Kades Lubuk Penyamun di Merigi, Rasmandani, mengatakan secara umum masyarakat belum semuanya siap dengan sistem simpan pinjam ini.

Dirinya khawatir ada tunggakan yang bisa menimbulkan konflik antara masyarakat dan pengurus koperasi.

"Takutnya nanti, pengurus dikejar dengan parang oleh masyarakat penunggak," kata Rasmandani kepada TribunBengkulu.com, Selasa (29/7/2025).

Meski demikian, dalam program kerja koperasi Merah Putih yang nanti akan diusulkan, Rasmandani mengatakan simpan pinjam akan tetap dimasukkan jika dinilai sangat dibutuhkan masyarakat.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved