Senin, 8 Juni 2026

Kebakaran di Kepahiang

Ditinggal ke Kebun, Rumah Warga Bermani Ilir Kepahiang Hangus Terbakar, Kerugian Ratusan Juta

Sebuah rumah milik warga Desa Keban Agung, Bermani Ilir, Kepahiang, hangus terbakar pada Jumat (23/1/2026) pagi.

Tayang:
Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
HO BPBD Kepahiang
KEBAKARAN DI KEPAHIANG - Kebakaran di rumah warga di Desa Keban Agung, Bermani Ilir, Kepahiang, Provinsi Bengkulu pada Jumat (23/1/2026). Kerugian korban kebakaran mencapai ratusan juta. 
Ringkasan Berita:
  • Warga Desa Keban Agung Bermani Ilir Kepahiang hangus terbakar
  • Kerugian korban kebakaran diperkirakan mencapai Rp 120 juta
  • Dugaan sementara kebakaran berasal dari korsleting listrik di ruangan tengah

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Sebuah rumah milik warga Desa Keban Agung, Bermani Ilir, Kepahiang, Bengkulu hangus terbakar pada Jumat (23/1/2026) pagi.

Kasatpol PP & Damkar Kepahiang, Dedi Sukrizal mengatakan pihaknya menerima informasi kebakaran ini sekitar pukul 09.00 WIB pagi.

Meski segera mengirimkan armada ke lokasi, namun api yang sudah membesar terlanjur membakar habis rumah semi permanen milik korban bernama Sahromi (52 tahun) tersebut.

"Pemilik rumah saat itu tengah ke kebun, sehingga rumah dalam keadaan kosong," kata Dedi kepada TribunBengkulu.com, Jumat (23/1/2026).

Meski warga sekitar sempat berusaha memadamkan api dengan peralatan sederhana, api yang terlanjur membesar tidak mudah dipadamkan.

Personel Damkar yang tiba di lokasi segera memadamkan api, yang sudah membakar sebagian besar bangunan rumah.

"Personel kita segera memadamkan, dan melakukan pendinginan. Tidak banyak yang bisa diselamatkan," ujar Dedi.

Akibat kebakaran ini, rumah beserta isinya hampir rata dengan tanah. Kerugian korban diperkirakan mencapai Rp 120 juta.

"Api memang berhasil dicegah agar tidak merambat ke bangunan lain. Namun, rumah warga ini tetap habis terbakar, dengan kerugian ratusan juta," kata Dedi.

Untuk penyebab api, Dedi mengatakan dugaan sementara berasal dari korsleting listrik di ruangan tengah.

"Untuk penyebab pastinya, kita tunggu dari pihak berwenang," ungkap Dedi.

Baca juga: Jelang Masa Panen, Petani Kopi di Kepahiang Harapkan Kenaikan Harga

Sumber: Tribun Bengkulu
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved