Gadis Asal Musi Rawas Tewas di Kepahiang
Kasus Sopiah Terkendala Saksi Minim, Polisi Andalkan Metode Forensik dan Digital
Kasus kematian Sopiah terkendala minim saksi, polisi andalkan metode forensik dan digital, Selasa (10/3/2026).
Penulis: Bima Kurniawan | Editor: Ricky Jenihansen
Ringkasan Berita:
- Kasus kematian Sopiah terkendala minimnya saksi.
- Korban ditemukan tewas dalam kondisi hamil tua, Selasa (10/3/2026).
- Polisi telah memeriksa 11 saksi dan kumpulkan bukti CCTV, DNA, autopsi.
- Hasil autopsi dan DNA masih menunggu persetujuan dan pemeriksaan forensik.
- Polisi ubah metode penyelidikan dari konvensional ke forensik dan digital.
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan
TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Pengungkapan kasus kematian Sopiah yang ditemukan tewas di jurang Liku 9, Jalan Lintas Gunung Kepahiang, Bengkulu, masih terkendala minimnya saksi.
Diketahui, Sopiah merupakan warga Desa Sungai Pinang, Kabupaten Musi Rawas, gadis yang ditemukan tewas dalam kondisi hamil tua di jurang Liku 9, Jalan Lintas Gunung Kepahiang, Bengkulu, Selasa (10/3/2026) lalu.
Dalam progres pengungkapannya, personel Polres Kepahiang telah memeriksa 11 saksi dan masih mengumpulkan beberapa bukti pendukung berupa pengecekan CCTV, hasil tes DNA, dan hasil autopsi.
Kasat Reskrim Iptu Bintang Yudha Gama menerangkan hasil autopsi belum bisa diungkapkan dan masih menunggu persetujuan pihak keluarga yang nantinya disampaikan langsung oleh dokter forensik untuk mengetahui sebab kematian korban Sopiah.
"Hasil autopsi itu sudah kita sampaikan ke pihak keluarga namun ketika mau diangkat ke publik harus ada persetujuan pihak keluarga dan itu disampaikan langsung oleh ahli forensik," ucap Bintang.
Selain itu, pihaknya juga masih menunggu hasil tes DNA oleh dokter forensik untuk mengungkap siapa ayah biologis dari janin yang dikandung korban.
"Siapa ayah dari bayi yang dikandung Sopiah akan dibuktikan dengan hasil tes DNA, dan kami masih menunggu hasilnya dari dokter forensik," ungkap Bintang.
Kendala Minim Saksi dan Perubahan Metode
Namun, di sisi lain Bintang mengakui bahwa pihaknya terkendala dengan minimnya saksi dalam pengungkapan kasus kematian Sopiah.
"Kita ketahui bersama untuk kendala dari peristiwa ini adalah minimnya saksi karena peristiwanya dilakukan pada malam hari dan tempat yang sepi," jelas Bintang.
Oleh sebab itu, pihaknya memilih mengatur strategi penyelidikan yang sebelumnya menggunakan metode konvensional menjadi metode digital.
"Kita melakukan metode pendekatan lain dari yang konvensional kita sekarang menggunakan scientific forensic dan jadi lebih mengedepankan digital," pungkas Bintang.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini
Gadis Asal Musi Rawas Tewas di Kepahiang
Polres Kepahiang
Bengkulu
TribunBreakingNews
Penemuan Mayat di Kepahiang
| Warga Demo Polres Kepahiang, Desak Polisi Ungkap Ayah Janin dan Penyebab Kematian Sopiah |
|
|---|
| DPRD Musi Rawas Turun Tangan Kawal Kasus Sopiah yang Ditemukan Tewas di Jurang Liku 9 Kepahiang |
|
|---|
| Sedihnya Ibu Sopiah, Minta Polisi Ungkap Kematian Putrinya: Mayatnya Dibuang Seperti Anak Ayam |
|
|---|
| Sopiah Tewas Hamil di Jurang Liku 9, Orang Tua Menangis Minta Pelaku Diungkap |
|
|---|
| 'Apa Kami Ini Orang Miskin' Tangis Orangtua Sopiah, Desak Polisi Usut Kematian Anaknya di Kepahiang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/mayat-sopiah-jurang-kepahiang-liku-9-324234.jpg)