Keracunan Massal di Lebong

Korban Keracunan Massal Makan Bergizi Gratis di Lebong Bengkulu Bertambah Jadi 427 Orang

Jumlah korban keracunan massal usai menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lebong terus bertambah hingga 427 orang.

Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Ricky Jenihansen
HO TribunBengkulu.com
KERACUNAN MASSAL – Suasana ramai dan panik di UGD RSUD Lebong pada Rabu (27/8/2025). Puluhan siswa TK hingga SD diduga keracunan usai menyantap makanan program MBG. 

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG – Korban keracunan massal usai menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lebong, Bengkulu pada Rabu (27/8/2025), terus bertambah.

Terbaru, korban keracunan mencapai 427 siswa dan guru dengan rincian, rawat inap sebanyak 364 orang, dan rawat jalan 63 orang.

Setelah kejadian, seluruh korban langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan, salah satunya di RSUD Lebong

Plt Direktur RSUD Lebong, dr. Eni Efriyani, mengungkapkan pihaknya menangani total 355 pasien.

Jumlah tersebut bertambah karena banyak siswa dan guru yang terus berdatangan.

Saat ini, ada sekitar 150 pasien yang telah dipulangkan karena kondisinya sudah membaik. 

“Dari 355 pasien itu, empat di antaranya merupakan guru. Sebagian sudah dipulangkan sekitar 150 orang karena kondisinya membaik. Sementara pasien lain masih dirawat karena belum diperbolehkan pulang,” kata dr. Eni kepada TribunBengkulu.com pada Kamis (28/8/2025).

Ia menjelaskan, mayoritas pasien datang dengan keluhan muntah berulang hingga lebih dari delapan kali.

Hal itu menyebabkan para pasien mengalami dehidrasi tingkat sedang. 

Selain muntah, beberapa pasien juga sempat mengalami diare setelah fase muntah.

Namun, gejala lanjutan tersebut sudah bisa ditangani oleh tim medis RSUD Lebong

“Langkah pertama kami lakukan triase. Untuk yang dehidrasi sedang langsung kami pasang infus, mengganti cairan, dan memberikan obat,”jelasnya.

Ia memastikan pihak rumah sakit akan memberikan pelayanan maksimal hingga kondisi mereka membaik.

Pihaknya bahkan menyiapkan tempat khusus untuk lokasi perawatan para pasien yang membludak. Seperti tenda darurat dan penggunaan ruang aula. 

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved