Harimau Masuk Kebun Warga Lebong
Heboh! Detik-detik Penampakan Harimau Sumatera di Kebun Sawit Lebong
Heboh di Sosmed, Penampakan Harimau Sumatera di Kebun Sawit Lebong. Diduga tengah berburu mangsa.
Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Hendrik Budiman
Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG – Warga Kabupaten Lebong dihebohkan dengan beredarnya video penampakan harimau sumatera yang viral di media sosial pada Sabtu (20/9/2025) dinihari.
Dalam rekaman itu terlihat seekor harimau dengan ukuran yang cukup besar sedang mengintai-intai dan diduga tengah mencari makan.
Video itu pertama kali diunggah oleh akun Facebook bernama Okky Prta Ujt. Saat dikonfirmasi TribunBengkulu.com, pemilik akun yang bernama Oki itu membenarkan bahwa dirinya merekam langsung momen langka tersebut di kawasan kebun sawit di Desa Air Kopras, Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong. Menurut ceritanya, saat itu ia sedang berburu babi hutan.
"Awalnya saya dengar suara babi sedang makan buah sawit. Saya tunggu sekitar dua menit, lalu saya senter ke arah suara itu. Ternyata yang muncul bukan babi, melainkan seekor harimau,"ungkap Oki.
Dimana saat itu jaraknya dengan harimau tersebut sekitar 5 meter.
Baca juga: Gencar Usut Korupsi, Tiba-tiba Muncul Oknum Nekat Catut Nama Jaksa di Rejang Lebong
Oki sendiri berada diatas pondok kebun dengan memegang senter yang mengarah ke arah harimau.
Pasca melihat harimau tersebut, ia mengaku was-was dan takut untuk berkebun.
“Saya lihat langsung dan itu pertama kali. Jujur saya takut dan khawatir, karena jaraknya cukup dekat,” tambahnya.
Dimana menurut Oki, diduga harimau besar itu sedang memburu hewan lainnya untuk makan. Karena sama sekali ia tidak mendengar suara harimau.
"Diduga lagi berburu juga dianya,"lanjut Oki.
Video penampakan harimau sumatera tersebut pun ramai dibagikan warga di media sosial.
Mengingat Harimau sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) adalah salah satu subspesies harimau yang hanya hidup di Pulau Sumatera dan menjadi satwa endemik Indonesia.
Harimau ini memiliki ukuran tubuh paling kecil dibandingkan subspesies harimau lainnya di dunia, dengan ciri khas warna oranye tua dan garis hitam yang lebih rapat.
Saat ini, harimau sumatera berstatus Kritis (Critically Endangered) menurut daftar merah IUCN.
Populasinya diperkirakan tinggal sekitar 400–600 ekor di alam liar akibat perburuan, perdagangan ilegal, dan kerusakan habitat.
Harimau sumatera berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan, karena merupakan predator puncak yang mengendalikan populasi satwa mangsa.
Oleh karena itu, keberadaannya sangat dilindungi dan menjadi simbol kelestarian hutan Sumatera.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Penampakan-harimau-lebong.jpg)