Kamis, 4 Juni 2026

Harimau Sumatera

BKSDA Bengkulu Turunkan Tim Telusuri Jejak Mirip Harimau di Lebong, Warga Resah

BKSDA Bengkulu menurunkan tim telusuri jejak mirip raja hutan, harimau Sumatera di Kabupaten Lebong yang ditemukan pada Selasa malam (2/12/2025).

Tayang:
Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Yunike Karolina
HO TribunBengkulu.com/M Rizki Wahyudi
JEJAK MIRIP HARIMAU - Foto kandang kambing warga di Desa Tunggang Kecamatan Lebong Utara Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu. Seekor kambing milik warga hilang diduga dimangsa harimau Sumatera. 

Ringkasan Berita:
  • BKSDA Bengkulu menurunkan tim telusuri jejak mirip raja hutan, harimau Sumatera di Lebong
  • Sejumlah wilayah di Kabupaten Lebong berbatasan langsung dengan kawasan TNKS

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG – Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu menurunkan tim telusuri jejak mirip raja hutan, harimau Sumatera di Kabupaten Lebong.

Warga di sekitar kawasan Perusahaan Listrik Tenaga Air (PLTA) Mega Hydro Energy (MHE) yang ada di Desa Tunggang, Kecamatan Lebong Utara, Kabupaten Lebong  dibuat resah oleh dugaan kemunculan hewan buas yang diduga harimau, pada Selasa malam (2/12/2025).

Kepanikan warga semakin bertambah setelah seekor kambing milik warga ditemukan hilang dan diduga diseret hewan liar tersebut.

Saat ini, BKSDA Bengkulu telah turun untuk menindaklanjuti laporan tersebut. 

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Bengkulu, Said Jauhari, membenarkan adanya laporan dari masyarakat terkait kemunculan hewan buas tersebut.

Menindaklanjuti laporan itu, BKSDA langsung menurunkan tim ke lokasi untuk memeriksa kondisi di lapangan.

Menurut Said, pihaknya belum bisa memastikan jenis satwa liar yang muncul tersebut.

Meskipun ada jejak yang ditemukan, ukuran tapaknya dinilai masih kecil untuk dipastikan sebagai jejak harimau sumatera.

“Tapi masih kita telusuri itu, apakah memang harimau atau macan dahan. Masyarakat dihimbau sementara untuk tetap waspada," ungkap Said. 

Ia menambahkan, langkah awal yang dilakukan tim adalah melakukan pengecekan lokasi kejadian dan sosialisasi kepada warga.

Jika memang ada konflik antara satwa dan manusia yang berlanjut, maka akan dilakukan tahapan selanjutnya. Yakni pengusiran agar hewan itu bisa kembali ke dalam hutan. 

“Benar, kita sosialisasi dulu dan cek TKP untuk tahapan pertama. Kalau gangguannya berlanjut, kita upayakan pengusiran,” lanjutnya.

Said juga menjelaskan bahwa sejumlah wilayah di Kabupaten Lebong memang berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), yang merupakan habitat alami satwa-satwa seperti harimau sumatera dan macan dahan.

Kondisi itu membuat satwa liar kemungkinan turun ke pemukiman warga untuk mencari makan.

Hingga kini, tim BKSDA masih berada di lokasi untuk memastikan jenis hewan serta tingkat ancaman terhadap masyarakat. 

"Kami himbau warga sekitar untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas sendirian di area yang dianggap rawan," jelas Said. 

Baca juga: Heboh Harimau Muncul di Lebong, Kambing Warga Dekat PLTA MHE Hilang Diseret ke Hutan

Sumber: Tribun Bengkulu
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved