Jumat, 5 Juni 2026

Harimau Sumatera

Harimau Mangsa Ternak Warga Tunggang di Lebong, BKSDA Bengkulu: Tetap Tenang dan Waspada

BKSDA pastikan jejak di Desa Tunggang Kabupaten Lebong adalah Harimau Sumatera, Minggu (7/12/2025).

Tayang:
Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Yunike Karolina
HO TribunBengkulu.com
HARIMAU MANGSA TERNAK - Tim gabungan saat menindaklanjuti kemunculan harimau Sumatera di Desa Tunggang, Lebong, Bengkulu beberapa waktu lalu. Harimau mangsa ternak warga Tunggang, BKSDA ingatkan warga tetap tenang dan waspada. 

Ringkasan Berita:
  • BKSDA pastikan jejak di Desa Tunggang Lebong adalah Harimau Sumatera
  • Hasil identifikasi menunjukkan adanya jejak tapak harimau Sumatera tepat di bawah kandang kambing
  • Desa Tunggang berada di kawasan penyangga Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS)

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG – Harimau mangsa ternak warga Tunggang di Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu, BKSDA ingatkan warga tetap waspada.

Keresahan warga Desa Tunggang di Kecamatan Lebong Utara Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu akhirnya mendapatkan kepastian.

Tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu yang turun melakukan pemeriksaan memastikan jejak misterius yang ditemukan warga pada Selasa malam (2/12/2025) merupakan jejak harimau Sumatera.

Keyakinan tersebut semakin kuat setelah seekor kambing milik penduduk setempat ditemukan telah dimangsa di dekat area kandangnya.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Bengkulu, Said Jauhari, mengatakan timnya langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat dan pihak PLTA MHE.

Hasil identifikasi menunjukkan adanya jejak tapak harimau Sumatera tepat di bawah kandang kambing.

“Dari bekas tapak kaki dan sisa tulang kambing yang sudah hampir habis, kami memastikan itu harimau Sumatera,” ungkap Said.

Ia menjelaskan, tulang belulang kambing ditemukan berserakan di semak-semak tak jauh dari lokasi kandang. Pola luka dan bekas seretan sesuai dengan perilaku memangsa harimau liar.

"Sehingga dari ukuran jejak dan kondisi ternak yang di mangsa, hewannya ini jenis harimau Sumatera," papar Said. 

Said menambahkan, Desa Tunggang berada di kawasan penyangga Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), yang merupakan habitat alami harimau.

Kawasan tersebut juga diduga menjadi jalur perlintasan satwa, sehingga kemungkinan besar konflik manusia–satwa bisa berulang.

“Beberapa bulan lalu juga ada laporan kemunculan harimau di desa sekitar. Namun untuk kemunculan terbaru setelah kejadian ini, belum ada laporan lanjutan. Ada kemungkinan hewannya sudah kembali menjauh ke dalam kawasan TNKS,” jelasnya.

Meski demikian, tim BKSDA tetap melakukan pemantauan rutin di lapangan. Upaya mitigasi juga disiapkan apabila sewaktu-waktu harimau kembali mendekati perkampungan.

BKSDA mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada, serta segera melapor jika melihat tanda-tanda kemunculan satwa dilindungi itu.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved