Kecelakaan Maut di Lebong
Sopir dan Truk DLH Diamankan Usai Laka Maut, Layanan Sampah di Lebong Tetap Jalan
Armada DLH Lebong Terlibat Laka Maut dan Diamankan, Pelayanan Sampah Dipastikan Tetap Berjalan Normal.
Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Hendrik Budiman
Ringkasan Berita:
- Pasca kecelakaan maut yang melibatkan sopir dan armada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebong, pihak kepolisian mengamankan kendaraan serta pengemudi untuk kepentingan penyelidikan.
- Pemerintah Kabupaten Lebong memastikan pelayanan pengangkutan sampah tetap berjalan normal.
- DLH setempat telah mengatur armada cadangan agar aktivitas kebersihan tidak terganggu dan masyarakat tetap mendapatkan layanan seperti biasa.
Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG – Sopir dump truk sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lebong beserta sopirnya yang terlibat kecelakaan lalu lintas maut, hingga kini masih diamankan di Mapolres Lebong.
Dari pantauan wartawan TribunBengkulu.com, angkuran sampah itu masih terpakir di Mapolres Lebong pada Jumat (20/2/2026).
Tak hanya itu, sopirnya yakni Marian Somi (43) warga Desa Muning Agung Kecamatan Lebong Sakti juga masih diamankan.
Armada angkutan sampah itu terlibat laka maut yang menyebabkan seorang lansia Saripul Anwar (73) warga Kelurahan Amen Kecamatan meninggal dunia di Desa Air Kopras Kecamatan Lebong Utara, pada Minggu (15/2/2026) lalu.
Baca juga: Kecelakaan Maut Tewaskan Lansia, Sopir dan Truk Sampah DLH Masih Diamankan di Polres Lebong
Kepala DLH Lebong, Indra Gunawan, mengatakan pihaknya mendampingi sopir tersebut karena yang bersangkutan merupakan pekerja di lingkungan DLH.
Sopir dan armada truk sampah saat ini masih diamankan di Mapolres Lebong untuk kepentingan penyelidikan.
“Yang bersangkutan adalah pekerja kami di DLH, sehingga kami memberikan pendampingan selama proses yang berjalan,”sampai Indra saat dikonfirmasi TribunBengkulu.com.
Penjelasan DLH Lebong
Terkait diamankannya armada angkutan sampah tersebut, Indra mengakui hal itu berdampak pada operasional pengangkutan sampah. Namun, ia memastikan dampaknya tidak terlalu signifikan.
“Tentu ada kendala dalam penanganan sampah karena satu armada belum bisa beroperasi. Tetapi kami sudah menyiapkan alternatif lain sementara waktu,”jelasnya.
Menurutnya, DLH telah mengatur ulang jadwal dan armada yang tersedia agar pelayanan pengangkutan sampah tetap berjalan hingga kendaraan tersebut dapat kembali digunakan.
Dimana menurutnya, peristiwa tersebut merupakan musibah yang tidak diinginkan oleh semua pihak.
“Ini adalah musibah. Kami juga mengimbau kepada seluruh sopir, khususnya sopir armada DLH, agar selalu berhati-hati saat berkendara dan mengutamakan keselamatan,” katanya.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Lebong, Iptu Hendra Wijaya saat dikonfirmasi TribunBengkulu.com menjelaskan, status sopir saat ini masih sebagai saksi.
| Kronologi Pelajar Tabrak Pejalan Kaki di Lebong Sakti, Lansia Meninggal Dunia |
|
|---|
| Kecelakaan Maut Tewaskan Lansia, Sopir dan Truk Sampah DLH Masih Diamankan di Polres Lebong |
|
|---|
| Terungkap! Sopir yang Tabrak Pelajar SMAN 3 Lebong hingga Tewas, Ternyata Masih Keluarga Korban |
|
|---|
| Angka Kecelakaan Pelajar Cukup Tinggi, Polres Lebong Pesankah Hal Ini |
|
|---|
| Kecelakaan Maut Motor vs Mobil Taft Tewaskan Pelajar Lebong, Pengemudi Masih Keluarga Korban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Laka-maut-lebong-15-feb-2026.jpg)