Senin, 13 April 2026

Kecelakaan Maut di Lebong

Angka Kecelakaan Pelajar Cukup Tinggi, Polres Lebong Pesankah Hal Ini

Angka Kecelakaan Pelajar Cukup Tinggi, Polres Lebong Sampaikan Ini. Minta orang tua tidak berikan anak kendaraan.

Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Hendrik Budiman
TribunBengkulu.com/M Rizki Wahyudi
IMBAU - Personel Sat Lantas Polres Lebong saat melakukan penyelidikan di lokasi laka maut pada Selasa (17/2/2026). Polres Lebong himbau para orangtua untuk tidak memberikan kendaraan kepada anak dibawah umur. 

Ringkasan Berita:
  • Kasat Lantas Polres Lebong Iptu Hendra Wijaya mengatakan kasus kecelakaan anak di bawah umur masih cukup tinggi terjadi di Lebong. 
  • Faktor psikologis dan pengalaman berkendara sangat memengaruhi keselamatan di jalan raya.
  • Orang tua diminta untuk lebih aktif mengawasi aktivitas anak, termasuk dalam penggunaan kendaraan bermotor.

 

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG – Kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak di bawah umur di Kabupaten Lebong masih tergolong tinggi.

Tak jarang, beberapa korban yang masih berstatus sebagai pelajar bahkan harus kehilangan nyawanya akibat kecelakaan. 

Kasat Lantas Polres Lebong, Iptu Hendra Wijaya saat ditanya wartawan TribunBengkulu.com tak membantahnya.

Dimana memang kasus kecelakaan yang melibatkan anak di bawah umur masih cukup tinggi terjadi di Lebong. 

Oleh karena itu, Kasat meminta agar para orang tua tidak memberikan kendaraan bermotor kepada anak-anak yang belum cukup umur.

Baca juga: Kecelakaan Maut Motor vs Mobil Taft Tewaskan Pelajar Lebong, Pengemudi Masih Keluarga Korban

Ini karena anak-anak belum memenuhi persyaratan secara hukum maupun psikologis untuk berkendara di jalan raya.

“Untuk para orang tua di Lebong, kami mengimbau agar tidak memberikan kendaraan kepada anak-anak, Anak-anak belum layak secara psikologis untuk mengendarai kendaraan. Kontrol diri mereka belum cukup saat berada di jalan,”himbau Kasat. 

Anak Belum Siap Secara Psikologis

Menurutnya, anak di bawah umur cenderung belum memiliki kematangan emosi dan kemampuan mengambil keputusan yang cepat dan tepat saat menghadapi situasi di jalan.

Sehingga, kebanyakan menggunakan kendaraannya dengan kecepatan yang tinggi. 

“Anak-anak cenderung kurang mampu mengendalikan diri dan berpotensi berkendara secara ugal-ugalan. Hal ini sangat berisiko, baik bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,”jelasnya.

Faktor psikologis dan pengalaman berkendara sangat memengaruhi keselamatan di jalan raya.

Terutama di wilayah yang memiliki arus lalu lintas cukup ramai seperti kawasan sekolah dan permukiman warga.

"Mari bersama kita mencegah kasus kecelakaan yang melibatkan anak dibawah umur,"lanjutnya. 

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved