Senin, 4 Mei 2026

Gajah Mati di Mukomuko

Gading Masih Utuh, Penyebab Kematian Dua Gajah di Mukomuko Tunggu Nekropsi

Gading Masih Utuh, Penyebab Kematian Dua Gajah di Mukomuko Tunggu Nekropsi

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Beta Misutra | Editor: Rita Lismini
TribunBengkulu.com
GAJAH MATI - Misteri kematian dua ekor gajah yang ditemukan di wilayah konsesi PT Bentara Agra Timber (BAT), kawasan Hutan Produksi Air Teramang, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, masih menunggu hasil autopsi tim medis. Kapolres Mukomuko AKBP Riky Crisma Wardana mengatakan, hasil identifikasi sementara memastikan dua gajah yang mati terdiri dari induk betina dan anak jantan. 

Polisi memperkirakan dua gajah tersebut telah mati sekitar 10 hari sebelum ditemukan pada 30 April 2026.

“Berdasarkan hasil olah TKP, saat ditemukan bangkai gajah sudah sekitar 10 hari,” jelas Riky.

Temuan posisi bangkai yang berdekatan memunculkan dugaan keduanya mati dalam rentang waktu yang sama.

Organ Dibawa untuk Autopsi

Untuk mengungkap penyebab pasti kematian dua gajah di Mukomuko, tim gabungan mengambil sejumlah sampel organ dari bangkai satwa dilindungi itu.

Beberapa organ yang dibawa untuk pemeriksaan antara lain paru-paru, limpa, hati, kotoran, urine, serta bagian tertentu lainnya.

Langkah autopsi dilakukan guna memastikan ada atau tidaknya indikasi racun, penyakit menular, luka dalam, atau penyebab biologis lain.

“Kita masih menunggu hasil autopsi tim medis yang turun bersama anggota Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Bengkulu,” kata Riky.

Polisi dan BKSDA Dalami Kasus

Saat ini kepolisian bersama BKSDA masih mengumpulkan data lapangan, termasuk menelusuri jejak pergerakan gajah, kondisi lingkungan sekitar, hingga kemungkinan adanya aktivitas manusia di area tersebut.

Kawasan Air Teramang diketahui masih menjadi bagian habitat gajah sumatera di Kabupaten Mukomuko.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, ruang jelajah gajah semakin terdesak akibat perubahan fungsi lahan dan aktivitas perkebunan.

Kondisi itu kerap memicu konflik antara manusia dan satwa liar.

 

 

 

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved