Gajah Mati di Mukomuko
Gading Masih Utuh, Penyebab Kematian Dua Gajah di Mukomuko Tunggu Nekropsi
Gading Masih Utuh, Penyebab Kematian Dua Gajah di Mukomuko Tunggu Nekropsi
Penulis: Beta Misutra | Editor: Rita Lismini
Polisi memperkirakan dua gajah tersebut telah mati sekitar 10 hari sebelum ditemukan pada 30 April 2026.
“Berdasarkan hasil olah TKP, saat ditemukan bangkai gajah sudah sekitar 10 hari,” jelas Riky.
Temuan posisi bangkai yang berdekatan memunculkan dugaan keduanya mati dalam rentang waktu yang sama.
Organ Dibawa untuk Autopsi
Untuk mengungkap penyebab pasti kematian dua gajah di Mukomuko, tim gabungan mengambil sejumlah sampel organ dari bangkai satwa dilindungi itu.
Beberapa organ yang dibawa untuk pemeriksaan antara lain paru-paru, limpa, hati, kotoran, urine, serta bagian tertentu lainnya.
Langkah autopsi dilakukan guna memastikan ada atau tidaknya indikasi racun, penyakit menular, luka dalam, atau penyebab biologis lain.
“Kita masih menunggu hasil autopsi tim medis yang turun bersama anggota Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Bengkulu,” kata Riky.
Polisi dan BKSDA Dalami Kasus
Saat ini kepolisian bersama BKSDA masih mengumpulkan data lapangan, termasuk menelusuri jejak pergerakan gajah, kondisi lingkungan sekitar, hingga kemungkinan adanya aktivitas manusia di area tersebut.
Kawasan Air Teramang diketahui masih menjadi bagian habitat gajah sumatera di Kabupaten Mukomuko.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, ruang jelajah gajah semakin terdesak akibat perubahan fungsi lahan dan aktivitas perkebunan.
Kondisi itu kerap memicu konflik antara manusia dan satwa liar.
Gajah Mati di Mukomuko
berita bengkulu hari ini
Berita Bengkulu
berita bengkulu terupdate
Gajah Mati
| Tiga Terduga Penimbun MinyaKita Diamankan Anggota Polres Bengkulu Tengah, 1.500 Dus Disita |
|
|---|
| Momentum Hardiknas 2026, Kurikulum Merdeka Dinilai Berdampak Positif di Bengkulu |
|
|---|
| Koalisi Bentang Seblat Bengkulu Soroti Kasus Kematian Satwa Dilindungi, Lemahnya Penegakan Hukum |
|
|---|
| Harga Ayam di Bengkulu Selatan Turun ke Rp43 Ribu per Kg, Sempat Tembus Rp48 Ribu |
|
|---|
| Penyegelan Pabrik Minyak Goreng Bumi Merah Putih di Bengkulu, Perusahaan Klaim Tak Ganggu Produksi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Update-gajah-352026.jpg)